Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Gen Z Aspirasikan Masa Depan, Pemerintah Wajib Dengarkan!

SuaraPemerintah.ID – Generasi Z, yang merupakan bonus demografi Indonesia, mengungkapkan kebutuhan akan ruang untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah. Neildeva Despendya, Executive Director Generasi Melek Politik (GMP), menekankan bahwa generasi ini akan menghadapi dampak keputusan pemerintah dan perlu diikutsertakan dalam proses politik.

Melansir news.detik.com, Neildeva menyoroti bahwa meski anak muda sering dijadikan target audience oleh pemerintah, dialog terbuka seperti town hall meeting masih minim di Indonesia. Dia mengungkapkan bahwa negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan Finlandia telah memiliki forum seperti Youth Parliament untuk menampung suara generasi muda.

- Advertisement -

Inisiatif Council of Gen Z (COGZ) Sebagai respons terhadap minimnya ruang dialog, Neildeva meluncurkan inisiatif Council of Gen Z (COGZ) dengan tema ‘Kebijakan Krisis Iklim di Pemerintahan Baru: Indonesia Emas Atau Indonesia Cemas?’. COGZ bertujuan untuk menciptakan ruang partisipasi politik yang aman dan inklusif bagi anak muda agar mereka lebih terlibat dalam pembuatan kebijakan.

COGZ mempertemukan sepuluh perwakilan Gen Z dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Bandung, Yogyakarta, Jabodetabek, dan Sulawesi. Mereka berkesempatan untuk menyampaikan isu-isu daerah kepada tiga perwakilan pemerintah dari pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.

- Advertisement -

Tuntutan Aspirasi dari Lima Daerah Masing-masing daerah menyampaikan tuntutan yang beragam:

  1. Kalimantan: Pembangunan berlandaskan prinsip keberlanjutan, termasuk studi lingkungan yang melibatkan masyarakat lokal.
  2. Bandung: Promosi kendaraan listrik dan peningkatan transportasi umum.
  3. Yogyakarta: Regulasi AMDAL yang lebih kuat untuk pariwisata berkelanjutan.
  4. Jabodetabek: Kebijakan ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah.
  5. Sulawesi: Meningkatkan kesadaran tentang polusi laut dan memberdayakan ekonomi lokal yang ramah lingkungan.

Respons Pemerintah Tiga perwakilan pemerintah merespons aspirasi tersebut dengan menekankan perlunya kolaborasi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah. Mereka juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengeluaran izin usaha dan perlunya regulasi ketat dalam pengelolaan limbah serta pengembangan transportasi publik yang terintegrasi.

Triana Krisandini mengajak masyarakat dan NGO untuk bersama-sama membangun kota ramah lingkungan, sementara Faiz Arsyad menekankan proses verifikasi dalam pengeluaran IUP agar tidak merusak lingkungan. Gemintang Kejora Mallarangeng menambahkan perlunya regulasi ketat terkait limbah industri dan pengawasan perilaku turisme yang baik.

Melalui inisiatif ini, Generasi Z berharap suara mereka didengar dan dapat berkontribusi dalam membentuk kebijakan yang akan memengaruhi masa depan mereka.

 

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru