Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

BMKG Serukan Kewaspadaan terhadap Banjir Lahar Hujan di NTT

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan. Peringatan ini menyusul datangnya musim hujan dan fenomena cuaca ekstrem akibat La Nina yang dapat memicu ancaman bencana tersebut.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung dan jalur aliran sungai perlu menghindari bantaran sungai yang berasal dari lereng gunung yang sedang atau telah mengalami erupsi.

- Advertisement -

“Belajar dari Gunung Marapi di Sumatera Barat, kami meminta seluruh pihak dan masyarakat untuk mewaspadai banjir lahar hujan yang bisa sewaktu-waktu terjadi karena sangat berbahaya,” katanya.

Banjir lahar hujan adalah bencana yang terjadi saat air hujan bercampur dengan material vulkanik dari erupsi gunung berapi. Material vulkanik yang terbawa dapat berupa pasir, abu, bebatuan, bahkan kayu atau pohon yang mengalir ke sungai. Banjir lahar hujan dapat mengancam nyawa, merusak pemukiman, dan mengangkut batu-batu besar yang membahayakan aliran sungai.

- Advertisement -

“Saat erupsi, tidak semua material ikut meluncur ke bawah, melainkan tertumpuk di atas, apabila hujan lebat terjadi, maka potensi banjir lahar hujan pun semakin meningkat,” ujarnya.

Menurut BMKG, fenomena La Nina yang diperkirakan akan berlangsung hingga Maret atau April 2025, akan menyebabkan peningkatan curah hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk NTT, sebesar 20-40 persen.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan bahwa cuaca di NTT selama sepekan terakhir cukup bervariasi. Beberapa wilayah seperti Pulau Timor, Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Flores Timur tercatat mengalami hujan ringan hingga hujan disertai petir.

Berdasarkan hasil pengamatan terkini pada 16 November 2024, curah hujan tercatat sebesar 45,2 mm/hari di Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, 31,4 mm/hari di Stasiun Meteorologi Gewayantana Flores Timur, dan 2,6 mm/hari di Stasiun Meteorologi Frans Seda Maumere.

Hingga awal November 2024, sebagian wilayah NTT telah mulai memasuki awal musim hujan, namun wilayah di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki diprediksi memasuki musim hujan pada awal Desember.

“Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir lahar hujan di sekitar lereng gunung tersebut,” katanya.

BMKG memprakirakan cuaca di NTT selama 10 hari ke depan akan cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, ada potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah, seperti Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, sebagian Sikka, Alor, Kabupaten Kupang, serta Sumba Timur dan Sumba Tengah.

“Potensi hujan yang masih tinggi di wilayah NTT berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi basah, termasuk banjir lahar hujan di sekitar wilayah terdampak bencana, khususnya di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki,” katanya

BMKG mengimbau masyarakat kawasan tersebut tetap tenang, tetapi terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru