Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Dasco Kecam Keras Penembakan WNI oleh Maritim Malaysia

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengecam keras insiden penembakan lima pekerja migran Indonesia oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) di perairan Tanjung Rhu, yang menyebabkan satu WNI tewas. Dasco menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penggunaan kekuatan berlebihan (excessive use of force) yang tidak dapat dibenarkan.

“Kami menyayangkan dan mengecam tindakan berlebihan (excessive use of force) yang dilakukan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), otoritas maritim Malaysia, yang telah menewaskan 1 orang WNI tersebut,” ujar Dasco dalam keterangannya, Senin (27/1/2025).

- Advertisement -

Sebagai langkah lanjutan, DPR RI akan memanggil Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) guna mengonfirmasi insiden tersebut. Dasco menekankan pentingnya langkah diplomatik agar kasus ini dapat diungkap secara transparan dan adil.

DPR juga mendorong Kemenlu RI, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, untuk segera mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia guna menuntut penyelidikan menyeluruh atas insiden ini.

- Advertisement -

“Kami mendorong Kementerian P2MI untuk: 1. Membentuk tim investigasi untuk mengungkap insiden berdarah tersebut secara transparan. 2. Melakukan pendampingan hukum terhadap korban penembakan. 3. Mengatur pemulangan jenazah korban penembakan untuk dimakamkan di kampung halamannya,” jelas Dasco.

DPR melalui komisi terkait akan membentuk tim untuk memantau penanganan insiden penembakan itu. Sehingga penanganan kasus penembakan tersebut dapat diungkap secara tuntas dan transparan.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, dalam konferensi pers pada Minggu (26/1/2025), turut mengecam tindakan APMM yang telah menyebabkan satu korban tewas dan empat lainnya luka-luka.

“Sikap kami, Kementerian P2MI mengecam tindakan atau penggunaan kekuatan berlebihan oleh Otoritas Maritim Malaysia terhadap 4-5 orang pekerja migran yang telah menyebabkan satu korban meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka,” ujar Christina.

Sementara, KBRI di Kuala Lumpur telah mengirimkan nota diplomatik meminta agar peristiwa penembakan terhadap 5 WNI itu diselidiki.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru