Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki peran penting sebagai jantung pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai kebangsaan bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera.
Pernyataan tersebut disampaikan Rini saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Semarang. “Sekolah rakyat adalah jantung dari program Bapak Presiden untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Karena di sinilah fondasi manusia dibangun, di sinilah generasi penerus belajar tentang arti kerja keras, tanggung jawab, dan cinta kepada negeri,” ucap Rini.
Berdirinya Sekolah Rakyat di Ibu Kota Jawa Tengah ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta.
Menurut Rini, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa birokrasi bisa bergerak nyata untuk rakyat.
Kementerian PANRB berkomitmen memastikan agar setiap inisiatif seperti Sekolah Rakyat memiliki tata kelola yang kuat, transparan, dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung visi nasional pembangunan SDM unggul.
Di hadapan para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 45, Rini menyampaikan pesan inspiratif agar mereka tidak takut bermimpi besar. Ia menekankan bahwa setiap anak Indonesia berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk sukses, tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru dan pengasuh yang telah menjadi “cahaya” bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat. Guru bukan hanya mengajar, tapi juga menanamkan karakter, empati, dan keberanian.
Menurutnya, Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 adalah contoh nyata bahwa pembangunan manusia sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur. “Kalian adalah alasan kami semua bekerja. Tidak ada yang kecil dari sebuah mimpi. Jangan pernah takut untuk bercita-cita tinggi, karena masa depan selalu berpihak pada mereka yang mau berusaha,” ungkap Rini.
Peninjauan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang mengungkapkan bahwa sekolah rakyat kini telah hadir di 166 titik di seluruh Indonesia. Program ini lahir dari kolaborasi antara berbagai kementerian dan lembaga, mulai dari penyiapan dasar hukum, kelembagaan, penyediaan guru, hingga pembangunan asrama dan sarana pendukung.
“Jadi saya berterima kasih kepada Ibu Menteri PANRB yang betul-betul mendukung dengan sungguh-sungguh sehingga kita bisa menyelenggarakan sekolah rakyat di 166 titik pada tahun ini,” ungkap Saifullah.
Program Sekolah Rakyat sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menempatkan pendidikan karakter sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Melalui sekolah ini, anak-anak dari keluarga pra-sejahtera tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga belajar menjadi manusia tangguh, berempati, dan cinta tanah air.
Dengan dukungan lintas sektor, diharapkan Sekolah Rakyat menjadi model pendidikan berbasis nilai dan kemanusiaan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam membangun SDM unggul di seluruh Indonesia.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












