Bupati Pati, Sudewo, terus memperjuangkan pencairan bantuan stimulan puso tahun 2023 yang hingga kini belum dibayarkan oleh pemerintah pusat. Nilai bantuan yang belum terealisasi tersebut mencapai sekitar Rp29 miliar dan diperuntukkan bagi ribuan petani yang terdampak banjir besar pada awal 2023.
Upaya tersebut disampaikan Sudewo saat akan menghadiri Rapat Tingkat Menteri di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Kehadirannya bertujuan mempercepat realisasi bantuan puso tahap II.
“Mudah-mudahan usaha ini membuahkan hasil, sehingga para petani segera menerima hak mereka,” tuturnya.
Bupati menjelaskan bahwa jumlah petani yang terdampak puso mencapai 10.948 orang, tersebar di 6 kecamatan dan 36 desa di Kabupaten Pati. Para petani tersebut kehilangan hasil panen akibat banjir besar dan masih menunggu hak mereka sejak lebih dari dua tahun lalu.
Pada Oktober 2024, pemerintah telah mencairkan bantuan stimulan puso tahap I senilai Rp15.691.040.000. Namun, pencairan tahap II belum terealisasi meski telah dijanjikan sebelumnya.
Dari hasil audiensi dan negosiasi bersama pemerintah pusat, terdapat kesepakatan bahwa realisasi bantuan puso tahap II akan diberikan sebesar 60% dari total bantuan yang telah dijanjikan.
Meski demikian, Sudewo menegaskan bahwa dirinya tetap memperjuangkan pembayaran penuh untuk memenuhi hak para petani.
Pemkab Pati berharap perjuangan ini membuahkan hasil agar petani segera mendapatkan hak atas ganti rugi puso yang telah lama mereka nantikan. Pencairan bantuan penuh dinilai penting untuk memulihkan ekonomi petani setelah kerugian besar akibat bencana banjir.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan petani sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)

















