Senin, Desember 1, 2025
spot_img

BERITA UNGGULAN

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Vokasi untuk Hadapi Industri 4.0 dan Era Kecerdasan Buatan

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peningkatan kualitas guru dan pendidikan vokasi untuk menjawab tantangan Industri 4.0 dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, dalam Seminar Internasional “Reshaping TVET Teacher Competence in the Era of Industry 4.0 and Artificial Intelligence” di BBPPMPV BMTI, Kota Cimahi, Selasa (18/11).

Dalam pemaparannya, Wamen Atip menekankan empat strategi utama Kemendikdasmen untuk memperkuat kualitas lulusan dan tenaga pendidik vokasi. Strategi tersebut mencakup penyelarasan kurikulum, transformasi digital pembelajaran, penguatan sumber daya manusia, serta perluasan kemitraan multisektor, baik nasional maupun internasional.

- Advertisement -

“Kurikulum vokasi harus adaptif, relevan, dan terintegrasi. Quality assurance dan curriculum alignment adalah kunci agar lulusan kita mampu bersaing, termasuk di pasar kerja global,” ujar Wamen Atip.

Wamen Atip turut menyoroti tantangan signifikan yang dihadapi lulusan SMK Indonesia, khususnya terkait pengakuan kompetensi di negara tujuan kerja. Ia menegaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris dan sertifikasi kompetensi masih menjadi kendala utama.

- Advertisement -

“Tantangan utama lulusan vokasi kita adalah tingkat keterampilan yang belum sepenuhnya direkognisi negara tujuan dan kemampuan bahasa,” ujarnya.

Kemendikdasmen terus mendorong inovasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital agar pendidikan vokasi semakin relevan dengan kebutuhan industri. “Kami memperluas akses, memperkuat inovasi, dan membangun ekosistem pembelajaran vokasi digital untuk memastikan siswa memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri masa kini,” jelas Wamen Atip.

Wamen Atip turut memaparkan skala ekosistem pendidikan vokasi Indonesia yang sangat besar, dengan 2.310 SMK, satu juta siswa vokasi, 975 mitra industri, dan tujuh balai pelatihan yang mendukung peningkatan kompetensi guru serta relevansi pembelajaran.

Program revitalisasi satuan pendidikan yang tengah berjalan juga memberikan dampak ekonomi signifikan. Revitalisasi ini menghasilkan efek yang berganda, antara lain menyerap tenaga kerja hingga 29 ribu orang, serta melibatkan hampir 6 ribu UMKM di seluruh Indonesia.

Selain itu, Kemendikdasmen mengembangkan berbagai program inovatif seperti pembelajaran jarak jauh untuk wilayah 3T, penyediaan community learning center bagi anak Pekerja Migran Indonesia, pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas, serta program literasi untuk pembelajar dewasa.

Pada kesempatan tersebut, Wamen Atip juga menekankan pentingnya memandang AI sebagai alat bantu, bukan ancaman bagi dunia pendidikan. “Artificial intelligence bukan segalanya. AI adalah alat untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas kita. Superkomputer sejati adalah otak manusia,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru, pembelajaran kontekstual, micro-credential, serta budaya belajar sepanjang hayat menjadi fondasi masa depan pendidikan vokasi Indonesia.

Menutup paparannya, Wamen Atip kembali menekankan pentingnya kualitas sebagai fondasi utama pembangunan pendidikan. “Quality is everything. Mandat konstitusi kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan bermutu untuk semua,” pungkasnya.

Untuk meningkatkan literasi sains dan numerasi, Menteri Mu’ti mengatakan bahwa Kemendikdasmen saat ini sedang mengembangkan buku-buku STEM yang disederhanakan, aplikatif, dan bermuatan nilai karakter.

“Kami tengah menyiapkan buku-buku STEM yang mudah, murah, menyenangkan, sekaligus mindful dan meaningful agar pembelajaran sains lebih dekat bagi anak-anak. Teknologi harus dijelaskan secara sederhana, tetapi tetap disertai nilai. Itulah pendidikan karakter dalam setiap mata pelajaran,” jelas Menteri Mu’ti.

Menteri Mu’ti kembali menegaskan kebijakan alokasi Dana BOS yang lebih fleksibel untuk pengadaan bahan bacaan. “Sekarang 10 persen Dana BOS dapat digunakan untuk membeli buku, termasuk buku non-teks. Ini bagian dari komitmen membangun budaya membaca. Kami memastikan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan agar sekolah memiliki sumber belajar yang memadai,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum IKAPI, Arys Hilman Nugraha, menyampaikan apresiasi atas perhatian Mendikdasmen terhadap industri perbukuan. Ia menegaskan harapan besar pelaku industri agar kebijakan pendidikan dapat membuka ruang lebih luas bagi perkembangan literasi nasional.

“Kami mendambakan kebijakan yang menyehatkan ekosistem perbukuan nasional, serta pemimpin yang memiliki kecintaan mendalam terhadap buku. Kami siap bekerja sama untuk membentuk masyarakat pembaca dan pembelajar,” ujar Arys.

Arys menambahkan bahwa dunia perbukuan membutuhkan dukungan pemerintah agar dapat berkontribusi optimal bagi pendidikan bangsa.

Menutup sambutannya, Menteri Mu’ti menegaskan pentingnya menjadikan Munas XX IKAPI sebagai momentum nasional untuk memperkuat gerakan literasi Indonesia. “Tanpa membangun budaya membaca, budaya menulis, dan pembelajaran berbasis buku, kita tidak akan menjadi bangsa yang maju. Munas IKAPI ke-20 harus menjadi momentum bersama untuk membangun generasi Indonesia yang kuat dan hebat,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,910PelangganBerlangganan

Terbaru