Senin, Desember 8, 2025
spot_img

BERITA UNGGULAN

Wamen Fajar: Budaya Literasi Membantu Murid Memulihkan Kesehatan Mental

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa penguatan budaya literasi tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga berperan penting dalam memulihkan kesehatan mental peserta didik. Pesan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam acara Pertemuan Pembelajaran Sebaya: Relawan Literasi Masyarakat (Relima) di Bogor, Selasa (11/11).

“Hari ini saya sangat berbahagia dapat bertemu para pejuang literasi yang akan turun ke masyarakat di seluruh penjuru Indonesia. Saya ingin mengatakan bahwa kegiatan literasi yang dilakukan ini tidak semata-mata mengajarkan anak-anak kita bisa membaca dan menulis atau memahami teks. Namun sebenarnya, aktivitas literasi yang jika dilakukan dengan baik dan benar dapat membantu murid memulihkan kesehatan mental mereka,” ungkap Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq.

- Advertisement -

Dalam pidatonya, Wamen Fajar menyoroti fenomena maraknya paparan media sosial yang kerap mengganggu kesehatan mental anak. Ia menggarisbawahi pentingnya peran Relima untuk hadir di tengah masyarakat dengan menawarkan ruang interaksi langsung melalui buku dan aktivitas literasi.

“Saya mendukung penuh adanya Relima ini yang nantinya juga dapat membangun pertumbuhan sosial masyarakat untuk peserta didik. Ketika interaksi sosial itu pudar dengan adanya media sosial, saat ini sangat diperlukan peran komunitas seperti Relima yang bisa menjembatani antara sekolah dan juga masyarakat. Sehingga, budaya literasi juga menumbuhkan dan membuat murid menjadi manusia yang bermakna,” ujar Wamen Fajar.

- Advertisement -

Kepada ratusan relawan, Wamen Fajar menyampaikan harapan agar pembekalan Relima memberi manfaat besar bagi masyarakat. “Mari kita bersama-sama membangun budaya literasi yang dapat membangun kognitif yang baik untuk masyarakat dan peserta didikIndonesia. Selamat mengikuti pembekalan dan selamat berjuang para pegiat literasi,” tuturnya.

Acara pembekalan Relima dihadiri 180 relawan dari 177 kabupaten/kota, serta 34 fasilitator daerah (Fasda) dari program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, menyampaikan bahwa sesi ini menghadirkan pembina dari berbagai kementerian, mulai dari Kemendikdasmen, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, hingga Kementerian Dalam Negeri.

“Pada sesi ini kami mengundang para pembina dari berbagai kementerian, mulai dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Kementerian Dalam Negeri. Dengan harapan, khusus paparan dari Kemendikdasmen akan menghasilkan ide dalam membangun budaya literasi dalam lingkup masyarakat dan peserta didik,”tutup Aminudin Aziz.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,910PelangganBerlangganan

Terbaru