Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

HNW Puji Ketegasan Paus Leo XIV Soal Palestina: Penting Ditiru Para Pemimpin Dunia

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, MA, mengapresiasi sikap pemimpin umat Katolik seluruh dunia, Paus Leo XIV, yang menolak berkelanjutannya perang dan mendukung berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh.
“Sikap positif Sri Paus ini bukan hanya perlu diapresiasi, tetapi juga sangat penting untuk diikuti oleh para pemimpin negara di seluruh dunia, terutama negara yang berpenduduk mayoritas Nasrani, baik Katolik maupun Protestan, apalagi Amerika Serikat yang juga negara asal dari Sri Paus Leo XIV,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (4/12).
HNW, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Paus Leo XIV memang secara tegas mendukung terbentuknya two-state solution (solusi dua negara), meski Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali menolaknya. Netanyahu justru mendapat dukungan dari pemerintah Amerika Serikat, padahal terdapat kecenderungan kuat masyarakat Amerika Serikat sebagai sekutu utama Israel mulai menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
“Peran Paus Leo XIV ini sangat besar untuk melobi negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, agar menerima solusi tersebut. Apalagi berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos pada 15–20 Oktober 2025, mayoritas warga Amerika Serikat (59%) mendukung agar AS memberikan pengakuan terhadap negara Palestina,” ujarnya.
HNW menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina dan diakhirinya penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina—terutama genosida terhadap rakyat Gaza dalam dua tahun terakhir—sangat penting dilakukan karena telah menimbulkan korban dari banyak kalangan. Tidak hanya dari komunitas Muslim, tetapi juga dari beragam latar belakang agama, termasuk umat Kristiani yang dipimpin Paus Leo XIV.
“Yang selama ini menjadi korban kejahatan kemanusiaan Israel bukan hanya masjid, tetapi juga gereja-gereja, termasuk umat Kristiani. Misalnya pembakaran perkampungan Kristiani di Tepi Barat oleh pemukim Zionis yang didukung tentara Israel,” ujarnya.
Bahkan, lanjutnya, salah satu sasaran kekejian Israel adalah satu-satunya gereja Katolik di Gaza, yaitu Gereja Keluarga Kudus (Holy Family Church) pada 17/7/2025, yang menewaskan jemaat dan melukai imamnya, serta dihancurkannya Gereja St. Porphyrius (20/10/2023) yang diyakini sebagai salah satu gereja tertua di dunia. “Bukan hanya menyerang fisik bangunan, ternyata Zionis Israel juga meneror dan menyerang pendeta serta umat Kristiani yang beribadah pada Sabtu Suci di Jerusalem pada 10/11/2025,” ujarnya.
HNW berharap pernyataan Paus Leo XIV ini dapat ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret untuk mengadvokasi, menguatkan, dan mengefektifkan dukungan lebih dari 150 negara yang telah mengakui kemerdekaan Palestina, yang mayoritas penduduknya berasal dari negara-negara non-Muslim atau Kristiani. Tujuannya untuk menyelesaikan persoalan utama, yakni mengakhiri genosida dan penjajahan terhadap bangsa Palestina serta memberikan hak kepada rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.

“Dengan sikap tegas dari pemimpin Gereja Katolik sedunia ini, khususnya kalangan Kristiani bisa lebih efektif berkolaborasi—baik di antara mereka sendiri maupun dengan berbagai umat beragama lain, baik Islam maupun Yahudi—yang sama-sama menolak berlanjutnya genosida dan kejahatan kemanusiaan di Gaza. Dengan begitu, perdamaian dapat tercipta melalui berdirinya negara Palestina yang merdeka, sebagai wujud menghadirkan kemanusiaan yang adil dan beradab,” pungkasnya.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru