Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Kemdiktisaintek Dorong Pemulihan Bencana Sumatra Berbasis Kampus, Relawan Perguruan Tinggi Terjun ke Lokasi Terdampak

Upaya pemulihan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus digencarkan melalui mobilisasi perguruan tinggi. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggerakkan kampus di wilayah terdampak maupun di luar daerah untuk memberikan bantuan kesehatan, logistik, hingga dukungan psikososial bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Langkah ini menjadi bagian dari arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yang menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam penanganan krisis dan pemulihan masyarakat usai bencana.

- Advertisement -

Sejumlah kampus di Aceh mengerahkan relawan dan sumber daya sejak awal masa darurat. Universitas Abulyatama Aceh (Unaya) mengirim tim kesehatan ke wilayah Pidie Jaya untuk membantu evakuasi dan layanan kesehatan pengungsi. Sejumlah posko kampus juga menggalang donasi bagi warga yang terdampak di Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Langsa, dan Aceh Tamiang.

Selain itu, Universitas Syiah Kuala (USK) membuka dapur umum sejak 30 November 2025 bagi mahasiswa yang terdampak bencana serta membuka donasi untuk mendukung keberlanjutan dapur umum ini hingga keadaan pulih sepenuhnya.

- Advertisement -

Universitas Malikussaleh (Unimal) di Aceh Utara juga membuka dapur umum, sekaligus mengalihfungsikan auditoriumnya sebagai tempat mengungsi para mahasiswa yang terdampak bencana. Disediakan juga posko kesehatan bagi para pengungsi.

Tim relawan dari Universitas Teuku Umar (UTU) menembus lokasi terdampak paling parah banjir di Beutong Ateuh Banggala pada Selasa silam. Di sana, tim mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan berdasarkan kebutuhan paling mendesak warga. Tim ini termasuk mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penanggulangan Bencana serta Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI).

Di Langsa, Universitas Samudra (Unsam) menjadi salah satu titik dengan dampak paling berat. Per 2 Desember 2025, sebanyak 315 orang (285 mahasiswa dan 30 warga) mengungsi ke Gedung Multiguna Unsam selama masa puncak banjir. Dilaporkan terdapat keterbatasan logistik, kesulitan air bersih, hingga tekanan psikologis yang dirasakan para pengungsi.

Sebagai respons, Unsam segera mendirikan Posko Bantuan Sivitas Akademika Terdampak Banjir Kota Langsa dan menyalurkan bantuan logistik seperti beras, mi instan, air mineral, minyak goreng, dan telur. Dihadirkan juga dapur umum yang menyediakan makanan dua kali sehari bagi mahasiswa terdampak hingga masa darurat berakhir.

Di Sumatra Utara, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membuka pendaftaran beasiswa darurat bagi mahasiswa yang menjadi korban bencana di tiga provinsi. Program ini dibuka hingga 13 Desember dan dijadwalkan diumumkan pada 17 Desember 2025.

Mahasiswa dan dosen Universitas Putra Indonesia Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (UPI “YPTK”) Padang turut berkontribusi dalam memberikan dukungan psikososial di wilayah terdampak bencana. Tim relawan juga menyalurkan air bersih, sembako, hingga membantu membersihkan rumah.

Upaya lintas daerah juga terlihat dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengirim tim relawan pendahulu pada Rabu (3/12). Tim ini bertugas melakukan asesmen awal kondisi lapangan dan memastikan jalur bantuan selanjutnya dapat berjalan efektif. UNS juga menyiapkan pengiriman tim lanjutan, termasuk logistik dan tenaga medis, sesuai kebutuhan hasil laporan lapangan.

Kemdiktisaintek menyampaikan apresiasi atas inisiatif, empati, dan kecepatan perguruan tinggi dalam merespons krisis ini. Koordinasi dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait terus dilakukan untuk memastikan dukungan pendidikan, layanan darurat, serta kebutuhan logistik bagi sivitas akademika dapat terpenuhi selama masa pemulihan. Dukungan tambahan untuk relaksasi pembelajaran bagi kampus terdampak juga disiapkan sesuai kebutuhan.

Kemdiktisaintek menegaskan komitmen bahwa perguruan tinggi adalah kekuatan publik yang sangat penting dalam menghadapi bencana. Gerak cepat kampus menjadi modal besar untuk memastikan masyarakat dapat pulih, bangkit, dan kembali menjalani aktivitas pendidikan tanpa hambatan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru