Pemerintah Kota Cimahi menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah tingkat Kota Cimahi di Masjid Agung Kota Cimahi, Kamis (22/1). Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkarakter religius.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut dihadiri Wali Kota Cimahi Letkol Ngatiyana, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Cimahi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cimahi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi, alim ulama, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, serta jamaah dan tamu undangan. Tausiyah dalam peringatan tersebut disampaikan oleh Ustadz KH. Dudi Mutaqin, M.Pd.I. dan Baba Feylian, Lc., M.A.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan sarana meningkatkan kualitas spiritual sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj mengandung hikmah mendalam, terutama perintah shalat lima waktu yang menjadi fondasi pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial.
“Shalat mengajarkan kebersamaan, ketertiban, dan kepedulian. Nilai-nilai tersebut harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas pemerintahan,” ujar Ngatiyana.
Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik harus diiringi dengan penguatan spiritual dan akhlak. Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan material dan moral menjadi kunci terwujudnya Kota Cimahi yang sejahtera, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya. Peringatan Isra Mi’raj juga dinilai sebagai momentum muhasabah dan introspeksi diri, baik bagi aparatur pemerintah maupun masyarakat.
Melalui peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap nilai-nilai religius semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat dan menjadi landasan moral dalam setiap langkah pembangunan daerah.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












