Kunjungan wisatawan ke Jawa Timur mengalami lonjakan signifikan dalam periode terbaru. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Menurut Lia, langkah responsif dan antisipatif yang dilakukan Pemprov Jatim berhasil meningkatkan kepercayaan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, untuk berkunjung ke berbagai destinasi unggulan di wilayah tersebut.
“Keamanan dan kenyamanan menjadi faktor kunci dalam pariwisata. Kebijakan Pemprov Jawa Timur yang responsif dan antisipatif terbukti meningkatkan kepercayaan wisatawan,” ujar Lia dalam keterangannya Rabu (18/2/2026).
Berdasarkan data terbaru, kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah wisatawan nusantara tercatat naik sebesar 18 persen.
Lia menilai capaian ini menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim pariwisata yang kondusif dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa peningkatan kunjungan tersebut menunjukkan kepercayaan publik terhadap sistem keamanan dan kesiapsiagaan yang diterapkan pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Lia menyampaikan bahwa dampak kenaikan kunjungan wisata tidak hanya dirasakan oleh sektor pariwisata semata. Efek berganda (multiplier effect) turut dirasakan sektor UMKM, transportasi, hingga pelaku ekonomi kreatif lokal.
“Peningkatan ini menciptakan efek berganda. UMKM bergerak, sektor transportasi hidup, dan pelaku ekonomi kreatif ikut merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, mengungkapkan bahwa lonjakan kunjungan wisatawan tidak terlepas dari langkah-langkah preventif yang dilakukan pemerintah daerah.
Menurut Evy, Pemprov Jatim aktif melakukan mitigasi risiko bencana di sejumlah destinasi wisata, termasuk penguatan sistem kesiapsiagaan serta upaya modifikasi cuaca di wilayah tertentu.
“Langkah-langkah preventif ini dilakukan untuk memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Jawa Timur,” kata Evy.
Ia menegaskan bahwa strategi mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi bagian integral dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata, terutama dalam mempertahankan kepercayaan wisatawan mancanegara.
Dengan pendekatan terintegrasi antara promosi, penguatan keamanan, serta mitigasi risiko, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis sektor pariwisata akan terus tumbuh.
Lonjakan kunjungan turis ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa keamanan dan kenyamanan merupakan fondasi utama dalam membangun daya saing pariwisata daerah di tingkat nasional maupun global.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News


.webp)














