Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Lia Istifhama Tanggapi Akses Kapal RI di Selat Hormuz

Lia Istifhama, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), menyoroti kabar mengenai dibukanya akses bagi kapal Indonesia oleh Iran untuk melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut mendapat perhatian dari anggota Lia Istifhama, senator dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Ia menilai keputusan Iran tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap empati rakyat Indonesia terhadap situasi kemanusiaan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

- Advertisement -

Lia Istifhama menilai dinamika geopolitik di Timur Tengah saat ini harus dicermati secara serius oleh komunitas internasional. Ia menegaskan bahwa stabilitas kawasan memiliki dampak besar terhadap keamanan global, terutama terkait jalur distribusi energi dunia.

Ia juga menyinggung potensi perubahan arah kebijakan China terhadap Iran yang dinilai dapat memengaruhi keseimbangan geopolitik kawasan.

- Advertisement -

“Jika benar ada perubahan arah kebijakan dari China terhadap Iran, hal ini tentu akan memengaruhi dinamika geopolitik kawasan. Stabilitas keamanan dan jalur distribusi energi dunia menjadi faktor yang sangat krusial,” ujar Lia Istifhama, pada Selasa (17/03/2026).

Ia menambahkan bahwa keputusan Iran membuka akses pelayaran bagi kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat dilihat sebagai simbol hubungan yang tetap terjaga di tengah situasi global yang sensitif.

“Langkah Iran membuka Selat Hormuz bagi kapal Indonesia dapat dimaknai sebagai bentuk penghargaan terhadap empati rakyat Indonesia terhadap situasi kemanusiaan di kawasan tersebut,” kata Lia Istifhama.

Sejumlah laporan internasional menyebut bahwa China masih berhati-hati dalam menentukan sikap terkait konflik yang melibatkan Iran. Salah satu pertimbangan utama adalah kepentingan energi, mengingat China merupakan salah satu pembeli utama minyak mentah dari Iran.

Selain itu, China juga disebut meminta Iran memastikan keamanan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global.

Di sisi lain, muncul pula laporan mengenai kemungkinan keterlibatan Rusia dalam mendukung Iran, termasuk melalui bantuan intelijen. Jika hal tersebut terkonfirmasi, situasi ini berpotensi memperumit konflik dan meningkatkan ketegangan antar kekuatan besar dunia.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah rangkaian serangan dan aksi balasan antara Iran dan pihak lawannya, termasuk Amerika Serikat.

Eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran masyarakat internasional terhadap potensi meluasnya konflik regional yang dapat berdampak signifikan pada stabilitas keamanan global serta perdagangan energi dunia.

Lia Istifhama pun mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas kawasan melalui pendekatan diplomasi dan kerja sama internasional agar konflik tidak semakin meluas dan merugikan banyak pihak.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru