Pemerintah Kabupaten Langkat menegaskan komitmennya dalam mempercepat pendataan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Langkat, Amril, saat mengikuti rapat koordinasi (rakor) virtual bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang digelar di Langkat Command Centre (LCC) Kantor Bupati Langkat, Rabu (15/4).
Rakor tersebut membahas langkah percepatan pendataan serta penanganan pascabencana, khususnya dalam penyediaan hunian tetap yang layak. Pemerintah pusat menekankan pentingnya validitas dan akurasi data sebagai dasar utama dalam penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Bupati Langkat, Syah Afandin, melalui Sekda Amril menegaskan dukungan penuh terhadap program pemerintah pusat dalam memastikan proses pendataan dilakukan secara menyeluruh dan akurat.
“Kita akan menyisir seluruh wilayah terdampak agar data yang dihasilkan benar-benar valid, sehingga bantuan hunian tetap ini tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mempercepat penanganan bencana, mulai dari tahap pendataan hingga realisasi pembangunan hunian tetap.
“Melalui rakor ini, diharapkan seluruh pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Langkat, dapat bergerak cepat dalam menindaklanjuti hasil koordinasi guna mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi, sekaligus memastikan kehadiran pemerintah dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” katanya.
Berdasarkan data Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi Pascabencana, jumlah warga terdampak di Kabupaten Langkat yang masuk kategori penerima huntap mencapai 507 kepala keluarga (KK).
Rinciannya, sebanyak 299 KK masuk kategori huntap in-situ, sementara 208 KK lainnya masuk kategori huntap ex-situ, terdiri dari 71 KK mandiri dan 137 KK terpusat atau komunal.
Dengan percepatan pendataan ini, Pemkab Langkat berharap proses penyaluran bantuan hunian tetap dapat segera direalisasikan, sehingga masyarakat terdampak bencana dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan layak.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












