spot_img

BERITA UNGGULAN

Bea Cukai Fokus Jadi Mitra Industri, Pendampingan Ekspor Terus Diperluas

Bea Cukai perkuat perannya sebagai industrial assistance dan trade facilitator melalui berbagai kegiatan kunjungan kerja, asistensi, dan pendampingan kepada pelaku usaha di sejumlah daerah. Sepanjang April hingga Mei 2026, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bea Cukai di Yogyakarta, Belitung, Tanjungpinang, dan Lampung.

“Melalui kunjungan dan asistensi yang dilakukan secara aktif, kami ingin memastikan bahwa pelaku usaha memperoleh pelayanan, pendampingan, dan solusi yang dibutuhkan agar kegiatan ekspor, impor, maupun produksi dapat berjalan semakin efektif dan efisien,” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo.

Di Yogyakarta, Bea Cukai melaksanakan kunjungan kerja ke produsen sarung tangan kulit PT Sport Glove Indonesia yang berlokasi di Krandon, Sleman, pada Selasa, 28 April 2026. Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Imam Sarjono tersebut menjadi bagian dari upaya proaktif dalam memberikan asistensi kepada industri manufaktur yang berorientasi ekspor.

Dalam kunjungannya, Bea Cukai melakukan diskusi bersama manajemen perusahaan terkait proses bisnis, mulai dari alur produksi hingga aktivitas ekspor dan impor. Selain itu, pembahasan juga difokuskan pada pelayanan kepabeanan dan cukai, termasuk prosedur administrasi, pemanfaatan fasilitas, serta percepatan layanan.

Sementara itu, di Belitung, Bea Cukai Tanjungpandan melaksanakan kegiatan Klinik Ekspor kepada CV Bonanza pada Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program inovasi bertajuk Daun Simpor (Datang untuk Berkunjung Asistensi Ekspor Impor) yang dirancang untuk memberikan pendampingan teknis kepada pelaku usaha ekspor.

Asistensi yang diberikan mencakup konsultasi teknis ekspor hingga pengambilan barang contoh ekspor sebagai bagian dari tahapan pemenuhan ketentuan ekspor. Pada kegiatan tersebut, komoditas kaolin menjadi fokus utama, mengingat potensi besar sumber daya alam Pulau Belitung di pasar internasional.

“Pendampingan seperti Klinik Ekspor diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi komoditas unggulan daerah untuk bersaing di pasar internasional sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional,” kata Budi.

Di Kepulauan Riau, Bea Cukai Tanjungpinang juga melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer ke PT Bintan Bahari Industri (28/04). Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud komitmen Bea Cukai dalam membangun komunikasi, kolaborasi, dan pelayanan yang responsif kepada dunia usaha.

PT Bintan Bahari Industri bergerak di bidang riset, pengembangan, dan manufaktur wing-in-ground vehicle atau ground-effect vehicle dengan merek dagang Hoverwing. Dalam kunjungan tersebut, Bea Cukai memberikan asistensi terkait kebutuhan ekspor dan impor untuk mendukung proses manufaktur purwarupa Hoverwing berkapasitas dua orang hingga 20 penumpang.

Adapun di Lampung, Bea Cukai melaksanakan kegiatan asistensi ke PT Indonesia Ethanol Industry di Kabupaten Lampung Tengah pada 17 April 2026. Kunjungan diawali dengan pemaparan profil perusahaan dan penjelasan alur proses bisnis, dilanjutkan dengan plant tour untuk meninjau langsung fasilitas produksi etanol, serta sesi diskusi guna menampung masukan dari pihak perusahaan.

“Bea Cukai akan terus memperkuat sinergi dengan para pelaku usaha di berbagai sektor. Dengan komunikasi yang terbuka dan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis iklim perdagangan dan investasi nasional akan semakin kondusif serta berdaya saing,” pungkas Budi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru