Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Belajar Tatap Muka Dimulai Juli 2021, Nadiem Makarim Berlakukan Sistem Rotasi

SuaraPemerintah.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyebutkan bahwa sekolah akan dimulai kembali belajar tatap muka pada awal semester tahun ajaran baru 2021, tepatnya pada bulan Juli mendatang.

Hal ini juga yang diharapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keinginan tersebut tecuat saat setelah Jokowi selesai meninjau vaksinasi covid-19 untuk guru di SMAN 70 Jakarta Selatan.

- Advertisement -

“Kami ingin memastikan kalau kita bisa menyelesaikan vaksinasi sampai akhir Juni, sehingga Juli sudah bisa melakukan proses tatap muka di sekolah,” jelas Nadiem Makarim seusai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi di SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu (24/2).

Pemerintah sendiri telah menargetkan setelah selesai pemberian vaksin covid-19 kepada guru dan dosen dengan jumlah sebanyak 5,5 juta, pada ahir Juni 2021. Maka sekolah diharapkan dapat kembali dibuka dan aktivitas belajar dapat dimulai dengan tatap muka antara guru-murid serta dosen-mahasiswa.

- Advertisement -

Namun, Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga akan memberlakukan syarat dan ketentuan untuk dibukanya kembali sekolah tatap muka.

“Jadi kami harap dengan adanya akselerasi vaksinasi ini, para guru bisa melaksanakan tugasnya dengan baik,” tutur Nadiem.

Kegiatan belajar tatap muka ini nantinya tidak akan sepenuhnya 100%, tetapi akan dilakukan dengan sistem rotasi dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Baik itu mulai dari jenjang sekolah PAUD, SD, SLB (Sekolah Luar Biasa), SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Semuanya harus menaati protokol kesehatan juga ketentuan yang berlaku nanti.

“Mungkin tidak 100%. Tapi paling tidak bisa dua kali seminggu atau tiga kali, atau dalam sistem rotasi,” kata Nadiem Makarim.

Setelah vaksinasi atau penyuntikan vaksin covid-19 untuk tenaga pendidik, guru dan dosen selesai yang diawali oleh Provinsi DKI Jakarta, kemudian dilanjutkan vaksinasi di semua Provinsi dengan hal yang sama. Menurut Presiden Joko Widodo, pemberian vaksinasi kepada tenaga pendidik sangatlah diprioritaskan. Tujuannya adalah agar pada pembelajaran semester baru, pendidikan tatap muka bisa dimulai.

“Karena tenaga pendidik dan kependidikan, guru, kita berikan prioritas agar nanti di awal semester kedua, pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan,” jelas Jokowi. (24/2)

Adapun pihak yang menerima suntikan dosis pertma vaksin covid-19 saat itu adalah Organisasi Guru Undangan Ditgen GTK, Guru Disdik Provinsi DKI Jakarta, hingga organisasi PGRI. Pihak lainnya juga akan menerima vaksin pada tiap Provinsi secara bertahap dari satu daerah ke daerah yang lain di Indoneisa.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang telah diwajibkan oleh pemerintah Indonesia sejak Maret 2020 yang disusul dengan kebijakan karena kondisi pandemic covid-19. Hal ini menyebabkan banyak siswa dan guru yang kesulitan belajar sistem daring. Penyebabnya adalah jaringan juga alat komunikasi sebagai media belajar yang tidak semua siswa punya.

Contohnya seperti handphone dan laptop. Bagi sebagian siswa juga tekendala oleh jaringan yang sulit didapat karena keberadaannya di pemukiman yang jauh dari perkotaan, di daerah pegunungan misalnya. Signal yang sulit menyebabkan pembelajaran tidak lagi efektif bagi mereka.

Dengan adanya target belajar tatap muka nanti, diharapkan aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan dengan baik dan efektif. Nadiem Makariem menuturkan, selama kegiatan belajar tatap muka nanti, pihak sekolah harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini bertujuan agar semua yang berhubungan di sekolah dapat tercegah dan terhindar dari penularan virus Covid-19. (red/eva)

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru