Selasa, Februari 3, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Anggarkan 27,33 Triliun, Wapres Yakin Pemerintah Mampu Lakukan Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

SuaraPemerintah.id – Upaya perbaikan melalui berbagai program merupakan peran pemerintah untuk melakukan percepatan ekonomi nasional. Sepanjang tahun 2019 hingga 2021, Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang terdampak akibat virus ini.

Wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin mengatakan, pemerintah akan terus berupaya melakukan percepatan pemulihan ekonomi dengan melakukan berbagai perbaikan di tahun ini. Di antaranya perbaikan program bantuan sosial rumah tangga.

- Advertisement -

“Dalam 2021 ini kita melakukan upaya perbaikan-perbaikan, misalnya di dalam program bantuan sosial rumah tangga. Jumlah program yang tadinya banyak disederhanakan menjadi 3 saja, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), program bantuan pangan nontunai/program sembako, program bantuan sosial tunai. Kemudian waktu, yang tadinya tidak sinkron, sekarang sudah ada sinkronisasi, penjadwalan. Dan juga sasarannya disinkronkan,” ungkap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin, Kamis (04/03/2021).

Selain itu, Wapres mengungkapkan bahwa perbaikan tersebut juga dilakukan pada program pemberian bantuan usaha mikro. Ia juga menyebutkan, pihaknya akan meningkatkan pula pada bidang usaha makro, kecil hingga menengah (UMKM).

- Advertisement -

“Untuk [usaha] mikro juga, yang tadinya itu ada usulan hanya dari lembaga keuangan, sekarang ini juga semua dilibatkan diperluas pada berbagai dinas. Ke depannya, dalam rangka memberi kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga diperluas pada koperasi menengah dan juga usaha-usaha skala besar yang juga diperbaiki,” lanjut Wapres.

Terkait upaya peningkatan ekonomi nasional, Wapres menyoroti program pembangunan infrastruktur padat karya. Melalui program yang ditawarkan kementrian, program ini diharap dapat menyerap banyak tenaga kerja.

“Bahkan di tahun 2021, [alokasi anggaran] ditingkatkan menjadi 27,33 triliun rupiah untuk program padat karya, misalnya saja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ini menambah dengan anggaran 15,63 triliun rupiah. Kemudian Kementerian Perhubungan juga ada 5.59 triliun rupiah, begitu juga yang lainnya,” terang Wapres.

Selanjutnya, Wapres mengatakan, pembangunan infrastruktur di desa diarahkan untuk menggunakan tenaga lokal dan produk local, seperti produksi batu bata.
“Jadi sekaligus juga menghidupkan mereka yang memiliki produksi, misal bata atau apa, yang dihasilkan di desa itu,” imbuhnya.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru