SuaraPemerintah.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut inovasi dan kemandirian teknologi bisa menjadi pendorong pemulihan ekonomi nasional. Sehingga dapat menjadi pusat kecerdasan teknologi dan transformasi digital dengan menambahkan sentuhan inovasi.
Hal ini diungkapkan oleh Luhut dalam Rapat Kerja Nasional BPPT 2021 di Jakarta, Selasa (9/3/21). Melalui berbagai inovasi dan teknologi dapat menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia.
“Sesuai dengan arahan Presiden, BPPT dapat menjadi otak pemulihan ekonomi secara extraordinary (luar biasa) melalui berbagai inovasi dan teknologi sehingga dapat menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia,” kata Luhut.
Perlu diketahui Presiden Jokowi meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus berburu inovasi dan teknologi guna dikembangkan dan diterapkan di kehidupan masyarakat.
Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi BPPT 2021 dari Istana Negara, Jakarta, Senin, (10/3) mengatakan selama pandemi COVID-19 sudah banyak inovasi dan teknologi yang ditemukan.
Jokowi meyakini banyak peneliti, lembaga riset dan inovator lainnya yang juga memiliki temuan dan sedang dalam proses mengembangkan temuan tersebut. Selain untuk penanganan pandemi COVID-19, Presiden juga mengapresiasi temuan dan inovasi lain di bidang pangan, energi dan UMKM.
Dengan terus mengembangkan inovasi dan teknologi, kata Presiden, BPPT dapat menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional. Jokowi juga mengajak para peneliti, lembaga riset dan inovator untuk terus mengembangkan kapasitas diri sebagai produsen teknologi
Dalam keterangan tertulis, Luhut menuturkan kemandirian teknologi, terutama pada implementasi program prioritas nasional, seperti food estate, harus diperkuat dan disegerakan. Dengan berfokus pada pemanfaatan produk lokal, Luhut yakin Indonesia dapat memiliki daya saing lebih dibandingkan produk impor.
Luhut juga mengatakan saat ini telah dikembangkan berbagai produk teknologi dalam negeri, seperti alat mesin pertanian (alsintan), refused-derived fuel (RDF) sebagai teknologi untuk pengolahan sampah, dan juga teknologi implementasi aspal plastik. Berbagai teknologi ini akan terus diinovasikan agar produk dalam negeri semakin berkembang.
Luhut meminta BPPT untuk menyukseskan reverse engineering pada teknologi kemaritiman dan transformasi digital dengan menambahkan sentuhan inovasi. Pihaknya akan mendukung melalui koordinasi aturan hukum dan pendanaan yang dibutuhkan untuk menguatkan peran BPPT.
“Sehingga dapat menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi maju,” pungkasnya.(red/pen)


.webp)













