SuaraPemerintah.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melantik 25 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang terdiri dari 18 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, dan lima Direksi pada Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Perubahan ini merupakan bagian dari promosi, mutasi dan rotasi, serta pengukuhan di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Dalam acara pelantikan tersebut, Menkeu menggarisbawahi pentingnya sinergi antar unit di Kemenkeu karena hal ini penting dalam tugas menjaga dan membuat kebijakan fiskal.
“Di lingkungan Kementerian Keuangan, teamwork adalah penting sekali. Tidak ada tempat bagi ego individual dan ego unit. Di lingkungan Kementerian Keuangan, bekerja bersama adalah suatu keharusan, karena saya tidak percaya di dalam menghadapi tantangan global, termasuk pandemi, climate change, maupun tantangan pemulihan ekonomi, tidak mungkin dilakukan secara silo dan sendiri-sendiri,” kata Sri Mulyani di acara pelantikan tersebut yang disiarkan melalui Youtube Kementerian Keuangan, Jumat (12/3/2021).
Dikatakan Menkeu, jabatan merupakan sebuah kepercayaan bahwa figur pejabat tersebut dianggap memiliki pengalaman, kematangan, dan wawasan yang mumpuni, untuk menggerakkan jalannya institusi yang memiliki tugas vital bagi Republik Indonesia.
Sri Mulyani mengharapkan para pejabat yang dilantik untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, untuk menjalankan peraturan perundang-undangan secara konsisten, untuk menjaga dan melaksanakan etika jabatan dan untuk terus menjalankan tugas selurus-selurusnya dengan integritas yang tinggi.
“Saya ingin kembali mengingatkan kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan, bahwa kerja tidak hanya dengan otak dan kepala, tapi juga dengan hati nurani serta etika bekerja. Tetap fokus sehingga yang kita hasilkan betul-betul bermanfaat bagi masyarakat, dan tetap menjaga rambu-rambu kepantasan etika publik,” tegas Sri Mulyani.
Menkeu menyampaikan, pelajaran pasca pandemi Covid-19 mendorong para pengambil kebijakan untuk dapat bekerja cepat dan jitu.
Saat ini, harapan sudah mulai datang dan dapat dirasakan, sejalan dengan program vaksinasi yang mulai masif. Tantangan dan tugas yang diemban Kemkeu juga kian banyak, khususnya di tahun depan, Indonesia akan memegang presidensi G20.
Oleh karena itu, berbagai aktivitas Kemkeu bersama dengan Bank Indonesia dan Kementerian/Lembaga lain akan meningkat.
“Saya minta seluruh pejabat untuk mengukir prestasi dengan inovasi, dengan leadership, dengan pengalaman, dengan komitmen. Saya yakin Kementerian Keuangan akan terus menjadi institusi bendahara negara, yang bisa menjaga masyarakat Indonesia, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjaga perekonomian Indonesia, dan sekaligus menjaga martabat bangsa kita. Jalankan tugas dengan sepenuh hati dan dengan keikhlasan yang sepenuhnya,” harap Menkeu.
Menkeu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pejabat yang dilantik atas dedikasi dan kontribusi serta keseluruhan bakti mereka kepada negara melalui jabatan di Kemenkeu selama ini.
Berikut pejabat eselon I Kementerian Keuangan yang dirombak sekaligus dilantik :
1. Askolani menjadi Dirjen Bea dan Cukai (sebelumnya Dirjen Anggaran)
2. Heru Pambudi menjadi Sekjen Kementerian Keuangan (sebelumnya Dirjen Bea dan Cukai)
3. Isa Rachmatarwata menjadi Dirjen Anggaran (sebelumnya Dirjen Kekayaan Negara).
4. Rionald Silaban menjadi Dirjen Kekayaan Negara (sebelumnya Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan)
5. Hadiyanto menjadi Dirjen Perbendaharaan (sebelumnya Sekretaris Jenderal)
6. Andin Hadiyanto menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (sebelumnya Dirjen Perbendaharaan).


.webp)












