spot_img

BERITA UNGGULAN

Bapanas Prioritaskan Subsidi Distribusi Pangan Ke Wilayah Timur Indonesia

Pemerintah tancap gas menekan kesenjangan harga pangan antarwilayah, khususnya di Indonesia bagian timur yang masih menghadapi tekanan harga lebih tinggi dibandingkan wilayah lain. Memasuki pekan terakhir April 2026, meskipun secara nasional pasokan dan harga pangan relatif stabil, sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, gula konsumsi, dan minyak goreng masih bertahan di level tinggi di beberapa daerah.

Sebagai langkah konkret, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat intervensi melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), dengan fokus utama mengalirkan pasokan dari daerah surplus ke wilayah defisit, terutama kawasan timur Indonesia yang memiliki tantangan geografis dan logistik lebih kompleks.

- Advertisement -

“Kami persilakan teman-teman Dinas Pangan maupun Dinas Perdagangan barangkali diperlukan dukungan untuk subsidi transportasi. Prinsipnya Badan Pangan Nasional bisa memfasilitasi itu semuanya, bahkan minggu kemarin mengirimkan juga ke Kota Tual, Maluku untuk pendistribusian beras yang memang di sana harganya tercatat masih tinggi,” ujar Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Kemendagri, Senin (27/4/2026).

Data Bapanas per 27 April 2026 menunjukkan total mobilisasi pangan melalui FDP telah mencapai 44.416 kg, dengan mayoritas diarahkan untuk meredam tekanan harga di wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan.

- Advertisement -

Komoditas beras menjadi tulang punggung intervensi dengan volume 32.500 kg. Pengiriman terbesar difokuskan ke kawasan timur, yakni dari Sulawesi Selatan ke Kota Tual, Maluku sebanyak 25.000 kg—langkah strategis untuk menurunkan harga beras yang masih tinggi di wilayah tersebut. Selain itu, distribusi juga menjangkau daerah terpencil seperti Kabupaten Mahakam Ulu dari Samarinda (2.000 kg) serta penguatan pasokan di wilayah perkotaan melalui distribusi ke Kios Pangan Cipayung (5.500 kg).

Intervensi tidak berhenti pada beras. Bapanas juga mengakselerasi distribusi cabai rawit merah sebanyak 5.590 kg dari Kabupaten Enrekang ke berbagai titik konsumsi, termasuk wilayah timur seperti Lombok Tengah dan Lombok Timur. Untuk komoditas protein hewani, mobilisasi sapi hidup mencapai 5.126 kg dari Lampung ke Kepulauan Riau, sementara minyak goreng sebanyak 1.200 kg dikirim ke Mahakam Ulu guna menjaga keterjangkauan harga di daerah tersebut.

Skema FDP dirancang adaptif dengan melibatkan offtaker dalam menyerap pasokan langsung dari sentra produksi, serta didukung jaringan logistik dari sektor swasta, mandiri, hingga BUMN Pangan. Pendekatan ini memungkinkan distribusi berjalan lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran, terutama untuk wilayah dengan hambatan distribusi tinggi.

Langkah agresif ini menegaskan keberpihakan pemerintah dalam memastikan masyarakat di wilayah timur Indonesia mendapatkan akses pangan dengan harga yang adil dan terjangkau. Bapanas memastikan bahwa stabilitas pangan bukan hanya isu nasional, tetapi juga soal keadilan distribusi hingga ke daerah terluar, terdepan, dan tertinggal.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru