spot_img

BERITA UNGGULAN

Bahas Percepatan Pembangunan, Gubernur dan Wagub Sumbar Temui Menko Marves

SuaraPemerintah.id – Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Sumatera Barat menemui Menteri Kordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan untuk membahas percepatan pembangunan di Sumbar.

Pertemuan dilakukan di ruang rapat kerja Menko Marves di Jakarta pada Senin (15/3) usai Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual. Dalam pertemuan itu, Gubernur dan Wagub Sumbar menyampaikan masalah percepatan pembangunan insfratruktur Sumatera Barat melalui program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) Padat Karya.

- Advertisement -

Ada 6 (enam) potensi pengembangan wilayah dan percepatan pembangunan Sumbar, yaitu perbaikan insfrastruktur jalan dan jembatan, pembangunan irigasi dan normalisasi sungai, pengembangan kawasan food estate, pengadaan kapal antar pulau, kawasan ekonomi khusus dan sarana dan fasiltas kesehatan.

Gubernur Mahyeldi melaporkan, sebelumnya pihak dari Kemenko Marves telah melakukan kunjungan lapangan ke Provinsi Sumatera Barat. Tujuan dari kunjungan adalah untuk meninjau berbagai rencana pembangunan di Sumbar di antaranya meningkatkan pelayanan pariwisata khususnya Mentawai. Pemerintah tengah merancang pembangunan Marina Center di Padang, termasuk jalan trans Mentawai, Bandara Rokot Sipora.

- Advertisement -

“Mentawai memiliki obyek pariwisata kelas dunia, oleh sebab itu kita perlu bantuan dari Kemenko Marves untuk menyiapkan infrastruktur yang bagus supaya ketika turis mau berkunjung ke Mentawai itu mereka punya pelabuhan yang bagus,” terang Gubernur Sumbar.

Selain itu untuk membangkitkan kawasan pesisir di Sumbar, dimana pemerintah melakukan pembangunan jalan penghubung dan infrastruktur sisi darat di Pelabuhan Teluk Tapang, di Pasaman Barat.

“Kita ingin membangun kawasan pesisir Sumbar ini supaya tidak terlalu tertinggal jauh dengan bagian lain, yaitu dengan pembukaan jalan penghubung dari Bunga Tanjung hingga ke lokasi pelabuhan serta beberapa infrastruktur sisi darat di Pelabuhan Teluk Tapang itu sendiri,” ungkapnya.

Gubernur Mahyeldi menjelaskan, progres pembangunan jalan yang telah dilakukan sampai saat ini yaitu pembukaan trase jalan dari Pertigaan Bunga Tanjung hingga ke lokasi pelabuhan sepanjang 33,86 Km, pengaspalan sepanjang 7,7 Km, pengerasan jalan sepanjang 15,65 Km, serta pembangunan jembatan sebanyak 7 unit dari total 13 unit dengan 1 unit telah dilaksanakan di tahun 2020.

Hal lain yang diusulkan adalah jalan Pelabuhan Teluk Tapang, penguatan tebing dan normalisasi Sungai Batang Sikabau, Batang Batahan terletak di Kabupaten Pasaman Barat.

Juga normalisasi dan penguatan tebing Batang Tapan Pesisir Selatan dan rehabilitasi daerah irigasi Bandar Lawas Sirukam Kabupaten Solok.

Pada kesempatan itu Wagub Sumbar Audy Joinaldy juga menyampaikan usulan-usulan pembangunan di Sumbar antara lain, pembangunan jembatan layang fly over Panorama I Sitinjau Lauik sepanjang 2,6 Km. Karena jalan tersebut merupakan jalur padat logistik di lintas tengah Sumatera.

Daerah Panorama 1 Sitinjau Lauik merupakan daerah rawan kecelakaan dengan radius tikung terlalu sempit, tanjakan dan turunan terlalu terjal dan curam, bahkan sering kendaraan bermotor lepas kendali (out of control) terutama angkutan berat, seperti truk.

“Saat ini masih dilakukan proses pemetaan. Pemetaan sudah dilakukan untuk jalur sepanjang 5,6 Km. Fly over ini nantinya berupa jembatan yang melewati kelokan-kelokan patah,” ucap Audy.

Kemudian pembangunan Ekonomi Khusus Kepulauan (KEK) khusus percepatan Infrastruktur Trans Mentawai dan sarana lainnya di Kepulauan Mentawai serta progress strategis lainnya di Sumatera Barat. Terakhir Wagub Sumbar Audy menambahkan bahwa semua perizinan sedang disiapkan.

Pemprov Sumbar berharap kepada Menko Marves kiranya usulan progres strategis tersebut dapat dapat ditampung dalam APBN, untuk penunjang perekonomian di Sumatera Barat dan pembangunan dapat dilaksanakan sesegera mungkin.

Saat Rakor, Menko Marves Luhut menyampaikan bahwa pihaknya sudah meninjau sejumlah lokasi di Sumbar terkait program PEN. Menko Luhut menjelaskan bahwa untuk KEK Mentawai harus disiapkan secara maksimal. Menko Luhut menargetkan persiapan infrastruktur akan selesai sebelum 2024.

“Sehingga demikian harus bisa kita selesaikan dan kita fokuskan sebelum tahun 2024,” kata Luhut, Senin (15/3/2021).

 

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru