Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Perusahaan Obat Bio Farma Produksi Vaksin Sebanyak 90,1 Juta

SuaraPemerintah.ID – Sekretaris Perusahaan Bio Farma sekaligus Juru Bicara, Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan, proses karantina vaksin tidak hanya dilakukan pada vaksin jadi saja, tapi dilakukan juga pada bulk vaksin. Bahkan ada proses yang berbeda pada bulk vaksin, yang harus menjalani proses karantina lebih lama, dibanding dengan vaksin jadi. Maka dari itu, Bio Farma tidak dapat langsung mendistribusikan vaksin ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

“Sebagai contoh untuk jenis vaksin Bulk yang diterima dari Sinovac, Bio Farma harus melakukan karantina seperti uji internal oleh Quality Control (QC) Bio Farma, dan perlu mendapatkan izin rilis dari Quality Assurance Bio Farma, untuk selanjutnya akan masuk ke proses fill and finish di fasilitas produksi Bio Farma”, katanya.

- Advertisement -

Sejak 6 Desember 2020 lalu sampai 22 Juli 2021 pengirimin vaksin covid-19 baik dalam bentuk jadi maupun bulk terus berjalan. Saat ini jumlah vaksin yang diterima sekitar 151,9 juta dosis. Adapun vaksin berbentuk bulk sebanyak 123,5 juta diterima dari Sinovac dan 22,4 juta sisanya diterima dalam bentuk jadi yang diterima dari AstraZeneca, dan Moderna.

Setelah proses ini selesai, vaksin Covid-19 sudah jadi masih harus melewati karantina lagi, sembari menunggu surat dari BPOM. Beda hal dengan vaksin bentuk jadi tidak memerlukan COR untuk dapat dikonsumsi oleh khalayak umum. Vaksin ini akan melakukan tahapan sampling dari BPOM sebelum didistribusikan.

- Advertisement -

Bambang menambahkan, dalam setiap proses fill and finish bulk vaksin Covid-19, ada catatan yang harus diketahui yakni terkait adanya penyusutan dalam setiap proses pembuatan vaksin Covid-19.

“Itulah yang menyebabkan jumlah dosis yang diterima dalam bentuk bulk, jumlahnya tidak akan sama dengan jumlah dosis pada saat menjadi finish product (produk jadi) . Biasanya 10-15% lebih rendah dari jumlah bulk yang diterima, jadi dari target 140 juta dosis bulk vaksin yang akan diterima Bio Farma, diperkirakan akan menjadi kurang lebih 122.5 juta dosis produk jadi yang siap pakai”, paparnya.

Penyusutan ini merupakan kejadian yang biasa sering terjadi pada setiap tahapan pembuatan vaksin, dan terjadi pada manufaktur manapun di dunia ini. Hal ini disebabkan karna banyaknya faktor, dimulai dari proses produksi di manufaktur maupun dalam proses penyaluran vaksin di masyarakat.

“Hal itu karena dalam proses produksi mulai dari homogenisasi, filling, dan packing, akan ada vaksin yang hilang selama proses. Tentu pada proses ini ada wastage. Ini proses ini normal dan tidak bisa dihindari, misalnya di selang ada yang tersisa, tangki ada tersisa itu juga ada wastage. Termasuk juga terjadi dalam proses packaging” kata Bambang.

Selain itu, vaksin Sinovac buatan Bio Farma ini terdapat overfill atau ekstra volume vaksin yang disiapkan untuk mencegah proses filling ke dalam kemasan vial multi dose. Vaksin Covid-19 dibungkus dalam kemasan 5 ml yang bisa digunakan untuk 10 penerima. Maka setiap orang akan menerima 0,5 ml. Tetapi pada kenyataannya, Bio Farma tidak akan memasukan larutan vaksin tepat 5 ml ke dalam vial, melainkan diberi tambahan volume antara 5,9 ml – 6 ml.

“Karena pada praktek dilapangan pada saat pengambilan 1 dosis, biasanya dilebihkan sedikit untuk mendapatkan genap 0,5 ml per dosis vaksin ketika disuntikan” terang Bambang.

Maka dari itu, dari total bulk vaksin yang telah diterima oleh Bio Farma sebanyak 123,5 juta dosis, dalam perkiraan akan menghasilkan vaksin Covid-19 sebanyak 99.5 juta dosis vaksin jadi. Per tanggal 26 Juli 2021, dari jumlah bulk 123.5 juta dosis, baru diproses Bio Farma sebanyak 110,7 juta dosis dan menghasilkan vaksin jadi 90,1 juta dosis, dengan jumlah produk jadi yang rilis pada bulan Juli diperkirakan sebanyak 16.6 juta dosis dan siap disalurkan agustus mendatang sebanyak 19.8 juta dosis.

“Terhitung tanggal 26 Juli 2021 kemarin, total vaksin Covid-19 yang sudah jadi kurang lebih sudah 90,1 juta dosis, 65,8 juta dosis diantaranya sudah memperoleh lot rilis, sedangkan sisanya sebanyak 24,3 juta dosis, masih menunggu lot rilis dari Badan POM”, pungkasnya.

Jumlah keseluruhan vaksin buatan Bio Farma yang sudah siap dan vaksin jadi (AZ dan Moderna) sebanyak 87 juta dosis. Sedangkan untuk vaksin yang sudah tersalurkan sebanyak 77,9 juta dosis, terdiri dari CoronaVac sebanyak 3 juta dosis, AstraZeneca sebanyak 9.2 juta dosis, Covid-19 BioFarma sebanyak 65,7 juta dosis. Proses distribusi dari Bio Farma terus berjalan sesuai dengan alokasi yang diberikan Kementerian Kesehatan menggunakan stok yg sudah mendapatkan lot rilis BPOM.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru