SuaraPemerintah.ID– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta bakal menggelar Jakarta Kreatif Festival (JaKreatiFest) secara virtual via zoom pada 30-31 Agustus 2021.
Acara itu merupakan upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional pemerintah pusat dan BI yang telah melaksanakan berbagai program antara lain Bangga Buatan Indonesia (BBI), Bangga Wisata Indonesia (BWI), Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) dan Festival Ekonomi Syariah (FESYAR).
JaKreatiFest merupakan bagian dari upaya KPw BI Provinsi DKI Jakarta yang selama beberapa tahun terakhir menginisiasi beberapa kegiatan pemberdayaan sektor riil dan UMKM, termasuk di bidang ekonomi kreatif, pariwisata, dan ekonomi syariah serta memperkuat daya saing pelaku usaha melalui digitalisasi maupun UMKM Go Export.
Sejumlah kegiatan rutin tahunan yang telah dilakukan antara lain Festival Kopi Nusantara (FKN), Festival Kreatif & Seni Jakarta (FKSJ), dan Karya Kreatif Indonesia (KKI).
Kepala KPw BI Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko mengungkapkan penyelenggaraan JaKreatiFest merupakan bagian dari upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di ibu kota.
“Sekarang kesempatannya. Kita siapkan dari sisi informasi, motivasi, dan lain-lain. Mudah-mudahan ketika level PPKM semakin berkurang, frekuensi dari transaksi produk-produk nasional ini kita isi ke lapak-lapak online, offline tetap jalan,” ujar Onny di KPw BI Provinsi DKI Jakarta, Selasa (24/8/21).
Onny menambahkan, tidak ingin JaKreatiFest hanya menjadi sekadar acara. KPw BI Provinsi DKI Jakarta menginginkan ada output yang dirasakan oleh semua peserta kegiatan. Menurut rencana, acara akan diikuti sejumlah stakeholders mulai dari Pemprov DKI Jakarta, pelaku UMKM, kelompok petani kopi, pelaku industri kreatif dan berbagai komunitas serta masyarakat umum.
Lebih jauh Onny mengatakan, nanti ada business matching. Ketika mereka sudah tampil, lembaga keuangan diundang untuk melihat. Kalau pelaku usaha punya kapasitas growth, tapi mereka punya limit pendanaan terbatas, ini akan satukan, supaya terjadi business matching dan terjadi transaksi.
“Saya punya keyakinan transaksi itu terjadi akibat adanya informasi, story (cerita), dan interaksi,” tutup Onny.


.webp)

















