Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Optimalkan Potensi Wisata di Subang Selatan, Kelompok Dosen PNJ Berikan Pendampingan

SuaraPemerintah.ID – Sejumlah desa wisata di Subang Selatan memperoleh pendampingan dalam mengembangkan kepariwisataan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh kelompok dosen dari Politeknik Negeri Jakarta ini dilaksanakan melalui peningkatan pengetahuan kelompok sadar wisata (penggerak) di beberapa desa wisata Subang Selatan.

Sehingga mereka memiliki pengetahuan terkait kebijakan yang ada dari pemerintah pusat sebagai dasar pelaksanaan kegiatan pengembangan desa wisata.

- Advertisement -

“Termasuk juga dapat memaksimalkan potensi produk atau jasa yang ada melalui promosi via internet untuk diketahui dan dinikmati oleh para wisatawan baik nasional maupun global,” jelas Ketua Pengabdi Masyarakat, Firman Syah, Kamis (26/8).

Terkait kebijakan yang ada, lanjut Firman, regulasi menjadi penting dan utama dalam aktivitas kepariwisataan. Dimana turunan kegiatan yang bermuara dalam UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

- Advertisement -

“Coba nanti didiskusikan bersama secara umum mengenai regulasi. Sehingga dalam beroperasi, para penggerak desa wisata tidak menyalahi aturan yang ada,” jelasnya yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Studi Pariwisata (ForStar).

Dalam hal ini, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bersama Imam Syafganti dan Asep Taufik Muharram ini meliputi komunikasi pemasaran desa wisata di Subang Selatan secara terintegrasi melalui http://www.dewisubangselatan.com. Salah satu dilaksanakan melalui website, selain juga media sosial, dan pendampingan penggerak wisata.

Potensi Wisata di Subang Selatan

Untuk Desa wisata Cibuluh memiliki beberapa destinasi yang terbilang menarik. Antara lain Saung Mulan (menikmati bulan purnama dan kuliner ala kampung), Tepas Seuweuh (menikmati budaya sungai, seni permainan anak baheula, dan kerajinan anyaman), Curug Cilaga, Air Hangat Ciseupan, Camping Ground Cibuluh, Arung Jeram, Wisata Manggis, Permainan Anak, dan Monumen Pertempuran Siliwangi.

Masih di Kecamatan Tanjungsiang, terdapat Bukit Jambu Kristal. Bukit Jambu Kristal merupakan destinasi wisata yang dibuat oleh seorang mantan guru di Kecamatan Tanjungsiang. Proses pembangunan juga tanpa dibantu alat berat seperti saat meratakan tanah. Besar harapan dari mantan guru tersebut adalah dengan bukit yang ditanami jambu kristal maka dapat bermanfaat untuk pengobatan.

Terlebih dari bukit ini juga dapat menikmati matahari terbenam. Termasuk juga menikmati halimun pagi di Pamoyanan. Kawasan yang terletak di Kecamatan Tanjungsiang ini, wisatawan akan merasakan seakan berada di negeri atas awan. Hamparan kabut dan keindahan matahari terbit memberikan sensasi tersendiri.

Juga adanya Desa Wisata Cibeusi yang masih di Kecamatan Ciater. Di desa tersebut juga terdapat wisata Curug Cibareubeuy, Situs Batu Tapak, serta wahana rekreasi Muara jambu. Di samping itu, disediakan juga penginapan dan camping ground yang memiliki sensasi menginap di pedesaan dengan suasana alam sejuk dan tentram.

Di desa ini juga dapat ditemukan beras hitam. Terdapat juga Saung Legok Peuteuy di Kecamatan Cisalak. Merupakan wisata edukasi Budaya Sunda, dimana terdapat berbagai macam bentuk saung seperti Julang Ngapak, Tagog Anjing, Jolopong, dan lain-lain. Setiap bentuk saung juga memiliki falsafah yang berbeda-beda dan biasa digunakan sebagai tempat pertemuan masyarakat. Di sana juga terkenal dengan Liwet Samakbruk, merupakan campuran bentuk olahan nasi dicampur dengan ayam dan ikan.

Samakbruk, merupakan campuran bentuk olahan nasi dicampur dengan ayam dan ikan. Juga ada pula Desa Pesanggrahan Kecamatan Kasomalang. Desa tersebut memiliki beberapa sumber mata air, yaitu Curug Nala, sumber mata air hangat Cimincul, sumber mata air Cipondok (Aqua), Curug Pusaka Cigaru, dan Curug Masigit. Terdapat juga pembuatan gula aren dan pakreng (makanan berbahan dasar singkong).

Sementara desa yang menyajikan wisata bukit dewi Manggung berada di Kecamatan Rancamanggung. Pengalaman wisatawan diperoleh dengan petualangan terbaik ketika malam hari di bukit dewi Manggung Subang. Wisata desa milik putra daerah ini bersinergi dengan Desa wisata di daerah Subang Selatan, yang dapat dijadikan sebagai etalase kesenian, UMKM dan edukasi budaya, pertanian serta peternakan.

Informasinya, Subang Selatan yang merupakan bagian dari Kabupaten Subang memiliki ketinggian bervariasi antara 500 meter hingga 1.500 meter dengan luas 41.035 hektar. Luas wilayah tersebut sama dengan 20% dari seluruh wilayah Kabupaten Subang. Secara administrasi Kabupaten Subang memiliki luas wilayah 1.893.95 KM2 ini terdiri dari 30 kecamatan, 8 kelurahan, dan 245 desa.

Adapun batas wilayah Kabupaten Subang ini yaitu di sebelah utara Laut Jawa, di bagian Timur Kabupaten Indramayu, bagian Tenggara berbatasan dengan Kabupaten Sumedang, untuk Selatan sampai Kabupaten Bandung Barat, dan di Barat berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta. Karena luas wilayah tersebut, Kabupaten Subang secara geografi terbagi tiga yaitu bagian selatan dengan dataran tinggi, bagian tengah dataran, dan di utara dataran rendah.

“Sehingga memungkinkan perlu adanya sinergi semua pihak baik akademisi, pemerintah, masyarakat, pebisnis, dan media yang baik (strategi pentahelix),” tutupnya.

 

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru