Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Ini Tiga ‘Jurus’ Bank Indonesia Luncurkan Uang Rupiah Digital

SuaraPemerintah.ID – Pimpinan Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memaparkan, kini bank sentral sedang mempersiapkan penerbitan Central Bank digital Currency (CDBC) atau Rupiah Digital. Hal ini dalam mengakselerasi keuangan dan ekonomi digital di Tanah Air.

“Salah satu tantangan yang kita hadapi dalam digitalisasi adalah bagaimana Bank Sentral memperkenalkan mata uang digital. Kami sedang mempersiapkan itu (CDBC), bank sentral lain juga mempersiapkan hal yang sama,” kata Perry dalam acara 15th Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) International Conference and Call for Papers 2021, Kamis (2/9).

- Advertisement -

Dia menegaskan, saat ini Bank Indonesia sudah join dalam sebuah kerja sama untuk mempersiapkan mata uang digital. Oleh karena itu, Bank Sentral masih mempersiapkan 3 aspek persyaratan utama untuk merilis mata uang digital.

Aspek pertama, antara lain Bank Indonesia mempersiapkan desain mata uang digital agar dapat diluncurkan, diedarkan, dan dikontrol keberadaannya sebagai alat pembayaran.

- Advertisement -

“Sama seperti mata uang kertas, CDBC merupakan bentuk lain dari uang, yang berbasis digital, di mana bank sentral menjadi otoritas tunggal yang dapat menerbitkan, mengedarkan, sekaligus mengendalikan rupiah digital yang akan dikeluarkan,” terang dia.

Kedua, pentingnya mengintegrasikan infrastruktur antara sistem pembayaran dengan pasar keuangan. Lantaran, mata uang digital memerlukan infrastruktur pasar uang dan sistem pembayaran yang saling terhubung untuk mempercepat pengembangannya.

“Inilah alasan mengapa kami mengembangkan BI FAST, sistem pembayaran cepat untuk ritel. Kami sedang mempersiapkan versi terbaru untuk segmen wholesale secara real time, dan itulah mengapa kami juga mengintegrasikan sistem pembayaran tersebut dengan pasar uang,” tuturnya.

Terakhir aspek ketiga, yakni bank sentral masih menentukan platform teknologi dari operasional CDBC. Perry mengatakan, saat ini bank sentral memiliki beberapa pilihan wujud keberadaan Rupiah digital.

“Ini yang sedang kami kerjakan dengan bank sentral lainnya, ada beberapa pilihan apakah koin yang stabil, apakah DLT, apakah blockchain, atau platform teknologi lainnya,” katanya.

Oleh karena itu, Perry menegaskan perlu kolaborasi antar bank sentral dengan Pemerintah agar, dalam mewujudkan mata uang digital ini bisa disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat nantinya.

“Disinilah Bank Sentral juga perlu bergandengan tangan dengan pemerintah untuk bagaimana menyikapi dan mempromosikan (mata uang digital),” tutupnya.

 

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru