spot_img

BERITA UNGGULAN

Balada Pemain Hadrah di Sudut Kota Metropolis

SuaraPemerintah.ID-Musik hadarah bagi kalangan masyarakat Betawi sudah menjadi bagian dari acara-acara keagamaan, bahkan tidak jarang hadrah ditampilkan saat acara sunatan dan hajatan di suatu kampung.

Rata-rata pemainnya dari remaja mesjid berusia belasan tahun, mereka sedang giatnya menunjukan bakat dan eksistensi diri tampil di depan publik. Tak jarang para pemain hadrah juga kebagian berkah dari punya hajat, selain juga dapat ‘uang jajan’ dari setiap konser musik Islami tersebut.

- Advertisement -

Salah satunya, Jalaluddin Rummi biasanya disapa Jalal (19), asal Rawa Mangun, Jakarta Timur. Ia mengaku dari kecil sudah tertarik dengan musik hadrah di tempat tinggalnya tersebut.

“Dari kecil saya suka. Awalnya enggak tahu apa itu hadrah, cuma jadi ‘anak bawang’. ikut-ikutan ajah,” kata Jalal saat berbincang dengan redaksi SuaraPemerintah.ID, Senin (05/09/21).

- Advertisement -

Lelaki asli Betawi ini mengaku bahwa musik hadrah itu unik dan menarik didengar. Sebab itu dirinya tertarik ikut gabung di tim tabuh gedang bergenre arab, dengan pegang alat bas biasa dan kemudian Bas bintang.

” Dari kelas 3 Sekolah Dasar (SD) saya ikut main. Pertama kali, lihat senior latihan, saya tidur dulu baru dapat giliran main,” kisah Jalal.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, Jalal sudah mulai paham dan mahir memainkan bas hadrah. tidak jarang Ia bersama kawan-kawannya pentas di panggung acara hari besar keagamaan, sunatan, bahkan acara hajatan (kawinan).

“Sekarang udah mulai main di acara maulid, kawinan. Seru ajah ikut main hadrah,” ucap Jalal.

Lebih jauh, Ia mengungkapkan bahwa musik hadrah mejadi bagian hidup yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan sudah menjadi ‘darah daging’.

“Saya enggak ngarepin apa-apa, asal senang ajah bisa main di acara bulan maulid, itu rasanya senang bangat,” tutur Jalal.

Masih kata Jalal, untuk mengasah bakat main hadrah, Ia bersama kawan-kawannya rutin latihan setiap malam Selasa dan malam Rabu. Seminggu dua kali demi mengasa skill tiap personel, sehingga saat tampil tidak mengecewakan yang punya hajat.

“Rutin latihan seminggu dua kali. Biasanya malam kita kumpulnya. kan, biar tampil enggak malu-maluin,” ujar lelaki berperawakan jangkung ini.

Jalal berharap, musik hadrah tetap lestari sampai kapan pun, sehingga generasi selanjutnya bisa menikmati musik bernuansa timur tengah tersebut. Meski zaman berubah, namun kesenian hadrah tetap berjaya.

“Saya berharap terus eksis. Biar generasi penerus kami bisa ngerasain, bisa menikmati tabuhan musik hadrah sepanjang masa,” harapnya.

Ia bersama kawan seperjuangnya, berharap ada perhatian khusus dari pemerintah setempat dalam hal ini Pemda DKI Jakarta. Sehingga budaya yang sudah mengakar di masayarakat bisa lestari dan menjadi kegiatan positif bagi kaula muda.

Sekedar informasi, menurut bebberapa sumber, seni hadrah diperkirakan mulai diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia pada abad ke-13 H, dibawa oleh seorang ulama besar dari negeri Yaman, bernama Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al- Habsyi (1259-1333H/1839-1931 M). la datang ke Indonesia dengan misi dakwah Islam.

Di samping itu Ia juga membawa kesenian Arab berupa pembacaan shalawat diiringi rebana, kemudian dikenal dengan Seni Hadrah. Cara Habib Ali dalam mengenalkan Hadrah, dengan mendirikan sebuah majelis salawat sebagai sarana mahabbah kepada Nabi Muhammad SAW.

Karena perkembangannya yang menarik, kesenian ini seringkali digelar dalam acara-acara seperti maulid nabi, isra’ mi’raj atau hajatan semacam sunatan dan pernikahan.

Alat hadrahnya berasal dari daerah Timur Tengah, dan dipakai untuk acara kesenian. Kemudian alat musik ini semakin meluas perkembangannya hingga ke Indonesia, mengalami penyesuaian dengan musik-musik tradisional, baik seni lagu dibawakan maupun alat musik dimainkan.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru