spot_img

BERITA UNGGULAN

Kemendag Gelar Misi Dagang di Dubai, Pelaku Usaha Yakin Ekspor Melejit

SuaraPemerintah.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) gelar kegiatan misi dagang dalam hal memperkuat pasar Timur Tengah dan Kawasan Teluk, khususnya Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (7/11/21) di Dubai, UEA. Kegiatan ini mendapat respon positif dari para pelaku usaha perhiasan dan makanan-minuman. Adanya kegiatan ini mereka yakin ekspor perhiasan bakal melejit hingga tiga kali lipat.

“Misi dagang UEA bertujuan memperkuat penetrasi pasar Timur Tengah dan juga membangun jejaring bisnis dengan menghadirkan pelaku usaha Indonesia. Diharapkan melalui kegiatan ini ekspor produk perhiasan serta maminIndonesia pascapandemi akan mengalami peningkatan signifikan,” papar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi.

- Advertisement -

Terselenggaranya kegiata ini, hasil dari kerja sama Kemendag dengan Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi, Konsul Jenderal RI Dubai, dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai. Misi dagang terdiri kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching). Forum bisnis RI-UEA dibuka oleh Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis dan diikuti 60 peserta terdiri dari perusahaan Indonesia, buyer, diaspora Indonesia, asosiasi, serta perwakilan pemerintah.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI)Eddy Yahya berharap, ekspor produk perhiasan Indonesia ke UAE dapat meningkat tiga kali lipat pada 2025.

- Advertisement -

“Terutama, jika perjanjian ekonomi komprehensif Indonesia dan UEA (IUAE-CEPA) dapat ditandatangani dan diimplementasikan pada 2022,” tuturnya.

Sementara Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) mengungkapkan, nilai ekspor mamin Indonesia dan UEA saat ini masih sangat kecil.

“Diharapkan ada investor UEA di sektor mamin untuk berinvestasi di Indonesia. Kegiatan ini dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kolaborasi pada sektor halal dan promosi program Indonesia Spice up the World (ISUTW),” ucapnya.

Sedangkan, Chairman Dubai Gold and Jewelry Group Tawhid Mohammad Taher Abdulla Al Mohadi mengharapkan peningkatan suplai produk perhiasan Indonesia ke UAE. Menurutnya, suplai saat ini terhitung masih kecil dibanding kebutuhan UAE akan emas. Pihaknya berharap PemerintahIndonesia turut mendorong peran pelaku usaha dalam mempromosikan produk melalui pameran serta kegiatan promosi lainnya.

Sementara itu, pada kegiatan business matchingterjadi kesepakatan beberapa kesepakatan dagang. Ini ditandai dengan empat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk produk perhiasan emas dengan nilai total USD 180 juta untuk suplai selama setahun.

Didi menambahkan, UEA merupakan pasar potensial untuk perhiasan dan emas Indonesia karena merupakan hubuntuk pasar lainnya. Namun, dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan karena adanya pandemi akibat kebijakan pembatasan di masing-masing negara.

“Melalui penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi upaya awal bagi pemulihan ekspor produk perhiasan Indonesia kedepan,” ujar dia.

Pada 2020, total perdagangan kedua negara mencapai USD 2,9 miliar. Sementara pada periode Januari—Augustus 2021, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 2,41 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke UEA sebesar USD 1,12 miliar naik sebesar 33,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar USD 833,79 juta.

Sedangkan impor Indonesia dari UEA senilai USD 1,29 miliar atau naik 20,96 persen dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar USD 1,07 miliar. Produk utama ekspor nonmigas Indonesia ke UEA, antara lain minyak sawit, perhiasan, pipa besi dan tabung, kendaraan bermotor, dan kain sintetis.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru