SiaraPemerintah.ID — Indonesia akan mulai meluncurkan suntikan booster vaksin Covid-19 untuk orang dewasa berusia di atas 18 tahun pada 12 Januari.
“Presiden telah memutuskan bahwa program booster vaksinasi akan dimulai pada 12 Januari. Kami akan memberikan [booster] kepada orang dewasa yang berusia di atas 18 tahun, sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kepada pers virtual. konferensi pada hari Senin.
Seseorang bisa mendapatkan suntikan booster enam bulan setelah dosis kedua mereka. Setidaknya 21 juta orang berhak mendapatkan booster, menurut Budi.
Sebuah kabupaten atau kota dapat memberikan suntikan booster hanya jika tingkat vaksinasi dosis pertama dan kedua telah mencapai setidaknya 70 dan 60 persen masing-masing.
“Sekitar 244 kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria ini,” kata Budi.
Menteri menambahkan bahwa booster drive bisa mengadopsi metode homolog atau heterolog. Vaksinasi homolog menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin awal.
Budi menambahkan, “vaksinasi heterolog [adalah ketika kita] menggunakan jenis vaksin yang berbeda.”
Rincian lebih lanjut tentang program vaksinasi booster harus menunggu rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Nasional (BPOM), serta Kelompok Penasihat Teknis Indonesia tentang Imunisasi (Itagi).
Menurut Budi, Itagi kemungkinan akan merilis laporannya pada 10 Januari.
Omicron di Indonesia
Budi juga memberikan update terkini kasus Omicron di Indonesia. Negara ini sejauh ini telah mencatat 152 infeksi Omicron, 6 di antaranya ditularkan secara lokal. Lebih dari setengah dari 152 kasus Omicron yang teridentifikasi tidak menunjukkan gejala, sedangkan sisanya menderita gejala ringan.
“Sekitar 23 persen [dari kasus Omicron tersebut] atau 34 orang telah pulih dan kembali ke rumah mereka,” kata Budi.






