BerandaEkonomi & BisnisBank Dunia Mengatakan Indonesia Aman dari Ancaman Resesi Global

Bank Dunia Mengatakan Indonesia Aman dari Ancaman Resesi Global

SuaraPemerintah.ID – Bank Dunia mengatakan sejumlah negara terancam resesi dalam waktu dekat karena perang antara Rusia dengan Ukraina hingga lockdown di China. Namun, Indonesia bisa dibilang lepas dari ancaman resesi karena Bank Dunia memproyeksi ekonomi tetap tumbuh 5,1 persen. Bahkan, ekonomi RI diproyeksi tumbuh hingga 5,3 persen pada 2024.

Presiden Bank Dunia, David Malpass mengatakan, resesi ekonomi kali ini disebabkan oleh inflasi yang melonjak tajam di berbagai negara atau disebut juga dengan istilah stagflasi.

- Advertisement -

Dalam laporan Global Economic Prospect June 2022 (GEP), Bank Dunia menyebutkan tekanan inflasi yang begitu tinggi di banyak negara tak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Bank Dunia melihat penurunan pertumbuhan ekonomi terjadi secara meluas yang tercermin dari pemangkasan yang dilakukan baik di kelompok negara maju maupun berkembang.

“Perang di Ukraina, lockdown di China, gangguan rantai pasokan, dan risiko stagflasi memukul pertumbuhan. Bagi banyak negara, resesi akan sulit dihindari,” ungkap Malpass dalam laporan terbaru yang dikutip, Rabu (8/06) dilansir dari cnnindonesia.com.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini untuk Zona Eropa sebagai episentrum konflik geopolitik mengalami revisi ke bawah dari 4,2 persen menjadi 2,5 persen. Perkiraannya, pertumbuhan Rusia diprediksi mengalami kontraksi 8,9 persen dan Ukraina kontraksi 45,1 persen.

Mengutip data Bank Dunia, lonjakan harga komoditas memberikan dampak positif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pasalnya, RI banyak mengekspor komoditas ke sejumlah negara.

Dengan demikian, ketika harga komoditas sedang tinggi, maka akan membawa keuntungan bagi RI. Penerimaan negara otomatis meningkat dari kegiatan ekspor komoditas tersebut.

“Pertumbuhan secara umum didukung oleh harga ekspor komoditas yang lebih tinggi di Indonesia dan Malaysia,” tulis Bank Dunia.

Salah satu komoditas yang diekspor dari RI adalah olahan bijih nikel. Komoditas itu tercatat naik sekitar 30 persen di tengah perang Rusia dengan Ukraina.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM