SuaraPemerintah.ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terus mengoptimalkan layanan digital. Hal itu seiring dengan tren transaksi digital yang terus meningkat.
Meski begitu, SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi mengatakan perseroan tidak akan ada pengurangan jumlah karyawan. Dia menuturkan, sumber daya manusia (SDM) perseroan akan diberdayakan untuk dapat mengikuti perkembangan terkini.
“Dipastikan Bank Mandiri tidak ada pengurangan karyawan,” kata dia dalam Media Gathering Bank Mandiri di Nusa Tenggara Timur (NTT), ditulis Jumat (17/6/22).
“Jadi skillnya akan kita upgrade,” imbuhnya.
Ke depan, SDM Bank Mandiri tidak akan lagi diarahkan ke posisi seperti teller bank atau customer service. Menyusul tren menyusutnya jumlah kantor cabang siring kian tingginya transaksi melalui kanal digital perbankan.
“Jadi fungsinya bukan yang kaya teller atau customer service, tapi lebih kepada advisor, cross selling, teman-teman akan kita karyakan lebih menjual lagi,” kata dia dikutip dari Liputan6.
Saat ini, perseroan konsisten mendorong pengembangan digitalisasi untuk memenuhi seluruh kebutuhan transaksi nasabah. Perseroan optimistis akselerasi pertumbuhan ekonomi digital akan semakin masif ke depan.
Hasil Sensus Penduduk 2020 yang dirilis pada 2021 lalu menunjukkan saat ini penduduk Indonesia didominasi Generasi Z dan milenial. Proporsi Generasi Z sebanyak 27,94 persen dari total populasi dan Generasi Milenial sebanyak 25,87 persen.
Menurut Thomas, hal itu selaras dengan tren transaksi masyarakat di masa mendatang yang akan semakin terdigitalisasi. Untuk itu, Bank Mandiri kian serius dalam mengakselerasi pengembangan layanan digital, dengan Livin’ by Mandiri sebagai ujung tombaknya.
“Dalam mengembangkan layanan digital, Bank Mandiri berupaya menghadirkan produk layanan digital yang bersifat customer centric dan inovatif sehingga dapat secara cepat dan tepat menghadirkan fitur serta benefit kepada nasabah” kata dia.


.webp)












