Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

BRIN Dorong Pemanfaatan Teknologi Pengolahan Air Bersih

SuaraPemerintah.ID Bertambahnya jumlah penduduk yang semakin pesat, dan berkembangnya jumlah pemukiman baru di berbagai tempat dapat menimbulkan menurunnya kualitas air bersih. Hal ini tentu saja membuat proses penyaringan air secara alami, menjadi semakin menurun dan tercemar.

Plt. Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Wihatmoko Waskito Aji mengatakan “Jika melihat fenomena yang ada sekarang ini, masyarakat sangat membutuhkan tersedianya air bersih dan sehat sesuai standar baku mutu. Oleh karena itu diperlukan teknologi yang mumpuni untuk proses pengolahan air bersih tersebut dengan demikian akan di dapat kualitas air yang lebih baik, sehingga masyarakat dapat menikmati air yang bersih dan sehat sesuai standar baku mutu”.

- Advertisement -

“Kami berharap melalui webinar ini bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat. Termasuk juga kepada pemerintah daerah, mengenai teknologi apa yang bisa diolah, terkait penyediaan air bersih bagi masyarakat,” ucapnya dalam Webinar tentang Teknologi Pengolahan Air Bersih, yang digagas oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Kedeputian Bidang Riset dan Inovasi Daerah, di Jakarta, Rabu(06/07/22).

Wihatmoko berharap akan ada kerja sama antara BRIN dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat, supaya memperoleh air baku yang baik, sehat dan bebas dari kontaminasi. Sehingga air yang dikonsumsi masyarakat memenuhi baku mutu sesuai standar kesehatan.

- Advertisement -

Peneliti Ahli Utama dari Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN Nusa Idaman Said mengatakan salah satu permasalahan air yang masih dihadapi, yaitu dalam penyediaan air bersih di Indonesia. Bahan baku air yang dikelola oleh PDAM, belum memenuhi syarat air baku minum kelas satu. Air banyak tercemar oleh polutan air limbah domestik, maupun industri.

“Semakin buruknya kualitas air baku air minum, mengakibatkan biaya produksi air minum menjadi bertambah besar. Harga jual air pun, menjadi lebih mahal,” jelas Nusa.

Secara umum, ia melanjutkan, ada beberapa  metode pengolahan air yang banyak digunakan oleh PDAM, yaitu: sistem khlorinisasi, cara ini dilakukan dengan membubuhkan khlor sebagai disinfektan. Sistem saringan pasir lambat, dapat terbentuknya lapisan film di atas saringan pasir, dan menjernihkan air secara biokimia.

“Ada pula sistem saringan pasir cepat, yaitu pengendapan dengan menggunakan senyawa kimia, dan saringan cepat. Kemudian, terakhir dengan sistem pengolahan air bersih yang dilengkapi dengan pengolahan khusus,” tuturnya.

Menurutnya, karena adanya unsur-unsur khusus pada air baku, misalnya pada kasus air dengan kandungan besi tinggi. Diperlukan pengolahan preklorinasi, pengaturan pH, dan metode pengolahan dengan bakteri besi.

Nusa menyampaikan penggunaan teknologi pengolahan air di atas, sudah memenuhi persyaratan sebagai air minum. “Menurut saya teknologi itu dapat dipertanggungjawabkan, apalagi kalau air bakunya sudah bagus. Apapun air bakunya, sebetulnya bisa diproses untuk menjadi air minum,” katanya.

“Kesimpulannya, pengolahan air secara menyeluruh, sangat penting untuk menghindari biaya tinggi. Baik biaya industri, maupun biaya sosial. Strateginya, kita harus memilih sumber air, teknologi pengolahan yang tepat, ekonomis, dan memenuhi baku mutu,” kata Nusa, mengakhiri paparannya.

Mulyadi, S.Sos. Humas BRIN
- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru