Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengusulkan sekitar 11 ribu tenaga medis dan tenaga kesehatan (nakes) untuk mendapatkan vaksin campak dewasa atau vaksin Measles – Rubella (MR). Langkah ini merupakan tindak lanjut atas diterbitkannya izin perluasan indikasi vaksin MR bagi orang dewasa oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr. Husnul Muarif, saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026), menjelaskan bahwa data calon penerima vaksin telah dihimpun dari seluruh fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta di Kota Malang dan telah diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan alokasi vaksin. “Semua data sudah masuk, mulai dari RSUD, 16 puskesmas, Dinas Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah, hingga 28 rumah sakit yang ada di Kota Malang,” jelas Husnul.
Menurutnya, jumlah sekitar 11 ribu orang tersebut merupakan akumulasi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berpotensi menjadi sasaran vaksinasi tahap awal. Prioritas pertama akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Malang.
Program ini juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menargetkan sekitar 290 ribu tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia sebagai kelompok prioritas penerima vaksin MR dewasa.
Husnul menuturkan, saat ini Pemkot Malang masih menunggu distribusi vaksin dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. Setelah vaksin diterima, Dinkes Kota Malang akan menyalurkannya ke masing-masing fasilitas kesehatan untuk kemudian dilaksanakan vaksinasi secara mandiri.
“Kami sudah mengajukan, dan saat ini tinggal menunggu dropping vaksin dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. Setelah tersedia, vaksin akan kami distribusikan ke fasilitas kesehatan yang selanjutnya akan melaksanakan vaksinasi kepada tenaga kesehatan yang telah terdata,” bebernya.
Ia memperkirakan pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan dalam waktu dekat setelah distribusi vaksin diterima. Adapun skema pemberian vaksin MR dewasa akan dilakukan dalam dua dosis, sebagaimana mekanisme vaksinasi pada anak.
“Nantinya diberikan dalam dua dosis. Tenaga medis dan tenaga kesehatan merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar penyakit menular, sehingga vaksinasi MR dewasa ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan sekaligus memperkuat upaya pencegahan campak dan rubella di Kota Malang,” tambahnya.
Imunisasi MR merupakan vaksinasi yang memberikan perlindungan terhadap dua penyakit menular sekaligus, yakni campak (measles) dan rubella atau campak Jerman. Vaksin ini penting untuk mencegah berbagai komplikasi serius, seperti pneumonia, radang otak, hingga risiko cacat bawaan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi rubella saat kehamilan.
Sementara itu, hingga awal Mei 2026, Dinkes Kota Malang mencatat tidak terdapat kasus positif campak di lima kecamatan yang ada di Kota Malang. Berbagai program imunisasi massal maupun imunisasi kejar juga telah dilaksanakan secara intensif selama periode Februari hingga April 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga status bebas campak di Kota Malang.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)










