Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Ganti Penjenamaan RSUD Jadi Rumah Sehat, Ini Alasan Gubernur DKI

SuaraPemerintah.ID Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lewat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengadakan pencanangan penamaan ‘Rumah Sehat untuk Jakarta’ secara serentak di enam wilayah kota dan kabupaten di Jakarta.

Pencanangan penamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta dilakukan di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat. Nantinya ke depan tidak ada lagi RSUD di Jakarta, melainkan namanya adalah Rumah Sehat Jakarta.

- Advertisement -

“Kita mencanangkan, penjenamaan rumah sehat untuk Jakarta. Program ini sebenarnya sudah dirancang sejak lama, ide gagasan mulai dibahas 2019. 2020 awal, mulai kita siapkan langkah-langkahnya lalu muncul pandemi sehingga ini terhenti, baru kemudian diaktifkan lagi setelah kita bisa suasananya lebih memungkinkan,” kata Anies di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/08) dilansir dari liputan6.com.

Anies menjelaskan alasan perubahan rumah sakit menjadi Rumah Sehat ini dilakukan agar. Kata dia, agar rumah sakit selama ini identik dengan tempat orang sakit. Sehingga pola pikir itu harus diubah dengan mengganti nama RSUD menjadi Rumah Sehat.

- Advertisement -

“Mengapa penanaman dilakukan, selama ini RS kita berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif sehingga datang karena sakit, lalu datanglah ke rumah sakit untuk sembuh, untuk sembuh itu harus sakit dulu, sehingga tempat ini menjadi tempat orang sakit,” kata Anies.

Anies menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 juga memberikan pelajaran penting untuk lebih menjaga kesehatan. Oleh karena itu, Anies ingin agar rumah sakit di Jakarta juga dapat berperan dalam aspek preventif atau pencegahan.

“Nah di sisi lain pada saat pandemi kemarin kita menyaksikan pentingnya menjaga kesehatan, karena itu kita ingin agar rumah ini menjadi rumah di mana perannya ditambah, aspek promotif, aspek preventif,” terang Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini berharap orientasi masyarakat dapat berubah dengan adanya perubahan rumah sakit menjadi Rumah Sehat ini. Dia ingin ‘Rumah Sehat untuk Jakarta’ dapat menjadi orientasi hidup sehat warga DKI Jakarta.

“Jadi datang ke rumah sehat untuk menjadi sehat dan lebih sehat dari mulai melakukan medical check up sampai persoalan gizi dan lain-lain. Konsultasi, jadi rumah sehat ini dirancang untuk benar-benar membuat kita berorientasi pada hidup yang sehat, bukan sekadar berorientasi untuk sembuh dari sakit,” kata dia.

Dia meminta seluruh jajaran pengelola rumah sakit di Jakarta untuk segera melakukan transformasi. ‘Rumah Sehat untuk Jakarta’ kata Anies, harus menjadi tempat yang memberikan kenyamanan dan keramahan bagi seluruh warga.

“Nah, ini yang menjadi harapan kita, mudah-mudahan nanti bisa terwujud. Tentu ada periode transisi untuk boleh membiasakan dari menyebut istilah rumah sakit menjadi rumah sehat, itu sesuatu yang normal,” ujar Anies.

Pencanangan penjenamaan ini disertai dengan penyeragaman seluruh logo rumah sakit umum di seluruh wilayah DKI Jakarta. Menurut Anies simbol yang digunakan rumah sakit di Jakarta selama ini kurang mencerminkan kesatuan. Padahal kata dia, rumah sakit sama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Lalu penjenamaan ini juga menyeragamkan seluruh simbol RS se-Jakarta, karena selama ini simbolnya berbeda-beda, seakan-akan ini bukan satu kesatuan. Padahal semuanya adalah institusinya pemerintah yang memberi pelayanan kepada seluruh warga, yang warga bisa datang ke mana pun juga,” jelas Anies.

Pencanangan penjenamaan tersebut ditandai dengan penandatanganan yang dilakukan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) DKI Jakarta, Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DKI Jakarta, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesehatan Keluarga (TP PKK) DKI Jakarta.

Selain Anies, penandatanganan itu juga disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, dan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat. Agenda pencanangan penjenamaan rumah sehat untuk Jakarta ini dilakukan bersamaan dengan pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru