BerandaBerita HumasPemkab Sidoarjo Serius Turunkan Stunting Konvergensi

Pemkab Sidoarjo Serius Turunkan Stunting Konvergensi

SuaraPemerintah.ID – Stunting menjadi prioritas pembangunan, karena apabila tidak ditangani dengan baik akan berdampak kurang baik pada pembangunan Sumber Daya Manusia. Penyebab stunting ini bersumber dari banyak sektor, untuk itu penanganannya juga melibatkan lintas sektor.

Hal ini yang menjadi dasar Pemkab Sidoarjo dalam penanganan stunting secara konvergensi, sesuai dengan amanat Perpres No. 2 tahun 2021 dalam upaya percepatan penurunan stunting. Mapping penetapan untuk desa lokus stunting 2023 dan sosialisasi audit stunting sebagai pra-rembuk stunting telah dilaksanakan.

- Advertisement -

Rembuk stunting Kabupaten Sidoarjo tahun 2022 yang dilaksanakan Selasa (9/8/2022), di hotel Aria Gajahyana Malang. Kegiatan ini menjadi upaya langkah strategi “Konvergensi dalam percepatan penurunan stunting Sidoarjo”.

“Strategi konvergensi ini memadukan dan mengkolaborasikan berbagai rencana kegiatan dari berbagai OPD dan stakeholder. Program kerja Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sidoarjo lebih berkolaborasi, bersinergi ssesuai taget sasarannya,” ujar Muhammad Ainur Rahman, AP, M.Si, Asisten Administrasi  Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sidoarjo pada saat membuka kegiatan rembuk stunting.

Menurut Ainur, rembuk stunting tahun ini yang di hadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Usman, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, para kepala OPD, dan tokoh masyarakat menunjukkan komitmen kuat untuk menurunkan angka stunting Kabupaten Sidoarjo.

Sidoarjo dari sensus gizi kemarin kita diangka 14,8. “Mudah – mudahan di tahun ini kita bisa menurunkan kasus stunting di Kabupaten Sidoarjo, dengan upaya melakukan intervensi program sesuai dengan tupoksi masing – masing,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan drg. Syaf Satriawarman, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur posisi Sidoarjo untuk stunting 7 terbaik se-Jawa Timur, di angka 14,8% dari nilai rayon. Provinsi Jawa Timur sendiri di angka 23,3% Sidoarjo jauh lebih baik.

Berdasarkan pengukuran yang dirasakan oleh teman- teman gizi Dinas Kesehatan, sebenarnya kita menginjak diangka 7,6%. “Mudah – mudahan angka ini akan menjadi target ditahun ini untuk disampaikan ke Provinsi,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, untuk target penurunan stunting Sidoarjo tahun ini masih diangka 14%. Sebenarnya dari target ini kita sudah tercapai, tapi tetap kita berusaha untuk dibawah itu.  Di tahun 2020 Sidoarjo masih diangka 23%, kemudian turun menjadi 14,8%. Harapannya tahun ini bisa turun lagi.

Sedangkan untuk Desa prioritas pencegahan dan penanganan stunting serta intervensi gizi spesifik dan sensitif Kabupaten Sidoarjo tahun 2023 ada 29 Desa. Diantaranya 3 desa masing – masing di Kecamatan Waru dan Krian, 4 Desa masing – masing di Kecamatan Gedangan, Wonoayu dan Buduran. 1 Desa masing – masing di Kecamatan Sidoarjo, Tulangan, Porong dan Krembung, 7 Desa di Kecamatan Candi.

Penanganan stunting secara konvergensi ini sebagai upaya nyata pemkab Sidoarjo menuju zero. Secara implisit, kegiatan ini juga tersirat dalam RPJMD tahun 2021-2026 dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), yakni menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan penduduk disemua usia. (eny/kominfo)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM