Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka mengatasi permasalahan stunting dan gizi masyarakat, dari mulai tingkat layanan primer, kabupaten, provinsi, hingga nasional salah satunya yaitu dengan penyusunan policy brief. Policy Brief ini akan menghasilkan rekomendasi dan masukan secara ilmiah bagi para pemangku kebijakan dalam rangka percepatan penurunan Stunting. Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Ni Gusti Putu Meiridha, SE, MM dalam kegiatan Diskusi Asik Pendidikan Kependudukan Dalam Rangka Workshop Dan Diseminasi Studi Kasus Dan Pembelajaran Baik Stunting yang di gelar secara daring dan luring dari Hotel Horison, Jumat, 16 September 2022.
Lebih lanjut Putu menambahkan bahwa pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting 14 persen di tahun 2024. Berdasarkan Lima Pilar Percepatan Penurunan Stunting, dilakukan konvergensi program melalui; 1) Pendekatan keluarga berisiko stunting, catin, ibu hamil, pasca persalinan, baduta, 2) Pendekatan intervensi gizi terpadu, melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi keluarga beresiko stunting dengan optimalisasi sumber daya pangan lokal yang tersedia di rumah tangga. Edukasi pangan sehat tapi dekat, makanan sehat tidak harus mahal, dan 3) Pendekatan multisektoral dan multi pihak, melalui gerakan 1000 mitra untuk 1000 HPK. Melakukan pendampingan kepada keluarga resiko stunting, melakukan pelayanan komunikasi dan informasi, edukasi dan pelayanan kesehatan. Pelibatan Perguruan Tinggi (PT) dengan program PT PENTING dan Mahasiswa PENTING yang didukung Kemenristek DIKTI dan Forum Rektor Indonesia (FRI). “Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan dari penyusunan policy brief tersebut yaitu salah satunya berupa paparan proposal penelitian oleh tim peneliti yang telah terpilih oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung”, kata Putu.
Sementara itu Sub Koordinator Dampak Kependudukan, Susanto, S.Pd, M.Pd dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk sosialisasi hasil studi kasus dan pembelajaran baik tentang stunting di provinsi Lampung kepada dinas OPDKB, dan lintas sektor terkait, para mitra (Perguruan Tinggi Negeri/Swasta, KKI, IPADI, PERGIZI, PERGIZI Pangan DPD Lampung sehingga dapat terindentifikasinya isu-isu strategis kependudukan dalam rangka penurunan angka stunting; Menetapkan strategi intervensi penurunan angka stunting melalui pendekatan keluarga beresiko stunting berbasis data PK21; Merumuskan program kegiatan strategis dalam bentuk rekomendasi rencana aksi dan tindak lanjut program dan melalui penelitian ; serta, diperolehnya rancangan draft policy brief bersama mitra Perguruan Tinggi (Peneliti).
Dalam kegiatan tersebut diisi dengan penyampaian materi dari berbagai narasumber anyara lain Peran Keluarga dan Tokoh Masyarakat dalam membentuk perubahan perilaku untuk pencegahan stunting oleh Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) DPD Lampung (Prof. Dr. Hartoyo, M.Sc), Strategi Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam upaya penyediaan dan pemenuhan bahan pangan lokal bergizi bagi keluarga oleh Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Dr. Ir. Yaktiworo Indriani, M.Sc.), dan Pengembangan Inovasi, Informasi Edukasi dan Pendampingan Gizi dalam rangka percepatan penurunan prevalensi stunting oleh Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) DPD Provinsi Lampung (Uki Basuki, SKM., M.Kes). kemudian kegiatan dilanjutkan dengan paparan proposal kerjasama penelitian antara Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Tahun 2022 dengan mitra Perguruan Tinggi yaitu Universitas Mitra Indonesia (UMITRA) dan Universitas Malahayati Lampung antara lain proposal Analisis Faktor Resiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak dari keluarga yang beresiko tinggi di kota Bandar Lampung oleh Dr. Dessy Hermawan, Ns., M.Kes (Biomedik) dan Faktor Risiko Stunting Pada Balita di Provinsi Lampung oleh Dr. Atikah Adyas, SKM, MDM, MAP, AAK.
Jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah para mitraPerwakilan BKKBN yang terdiri dari dinas lintas sektor terkait dan mitra Perguruan Tinggi sebanyak 30 orang secara luring, dan sekitar 100 orang secara daring.(Humas)





