SuaraPemerintah.ID – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rakhmadi mengingatkan kepada tim yang telah dibentuk agar jeli dalam melakukan penelusuran dan penggalian koleksi naskah kuno dan etnis budaya Babel.
Karena, menurut Kepala DKPUS, untuk melakukan penggalian banyak hal yang diperhatikan di lapangan.
“Kita adalah bagian dari pengumpulan sejarah yang ada di Bangka Belitung. Untuk itu, kita harus saling bekerja sama dan terbuka,” kata Rakhmadi saat memimpin rapat teknis Tim Penelusuran Koleksi Naskah Kuno dan Etnis Budaya Babel, Ruang Rapat Kantor DKPUS Babel, Selasa (11/10/2022).
Setiap tim yang ditugaskan, ditekankan Rakhmadi, harus memiliki ketajaman analisis berkenaan dengan kebendaan sejarah.
Dalam melakukan penelusuran dan penggalian naskah kuno, diungkapkan Rakhmadi, tidak bisa sekali, namun bisa berulang dengan banyak rangkaian lokasi focus.
“Setiap tim yang turun ke kabupaten/kota harus mempersiapkan dokumen, dokumentasi, video atau testimoni yang akan diambil. Karena itulah yang akan dikumpulkan dan dihimpun menjadi sebuah buku tentang naskah kuno dan etnis budaya Babel,” ujarnya.
Data yang dikumpulkan oleh Tim DKPUS, ditegaskan Rakhmadi, harus memiliki akurasi yang tinggi, sebab akan dimasukan dalam sebuah buku, dan buku itu nantinya akan banyak dibaca orang.
Kabid Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno DKPUS Babel Mirdayati, menambahkan kepada Tim DKPUS yang akan turun ke lapangan supaya berkoordinasi dan meminta izin kepada instansi terkait di daerah lokus, sehingga dalam penelusuran dan penggalian dapat berjalan lancar.
“Jangan sampai Tim Penelusuran dan Penggalian Naskah Kuno dan Etnis Budaya ini tidak izin dengan instansi setempat,” tegas Mirdayati.
Padli Pustakawan DKPUS yang juga anggota Tim Penelusuran Naskah Kuno dan Etnis Budaya Babel, turut mengingatkan tim-tim Penelusuran Naskah Kuno dan Etnis Budaya DKPUS Babel yang lain agar memahami dan memilah mana yang masuk naskah kuno itu apa, dan etnis budaya.
Selain itu, tim juga harus punya trik dan pendekatan yang baik ketika terjun ke masyarakat, sehingga naskah kuno yang diinginkan bisa diinformasikan bahkan diberikan oleh masyarakat yang dituju.






