Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Bupati Garut Adakan Pangan Murah untuk Ringankan Beban Ibu-ibu

SuaraPemerintah.IDBupati Garut Rudy Gunawan membuka Pelaksanaan Pengendalian Inflasi lewat Gelar Pangan Murah (GPM) di Halaman Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Garut atau dikenal dengan Kantor Samsat Garut, Jalan Suherman Nomor 65, Kecamatan Tarogong Kidul , Kabupaten Garut, Selasa (8/11/22).

Pada kesempatan ini, Bupati Garut memaparkan, bahwa Gerakan Pangan Murah tersebut merupakan gagasan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang digelar serentak di 40 tempat di Provinsi Jawa Barat.

- Advertisement -

Ia membeberkan, tujuan digelarnya kegiatan tersebut untuk meringankan beban ibu rumah tangga ataupun keluarga dalam pengeluaran harian.

“Tapi bagaimana pun juga ini adalah kehendak daripada pemerintah untuk bisa menurunkan cost pengeluaran ibu-ibu setiap hari. Jadi nanti kalau harga telur 28 (ribu), disini hanya 26 (ribu). Kalau sekarang ibu-ibu supaya kuat beli lah yang namanya bawang putih, bawang putih itu menyehatkan, kalau ibu-ibu perlu membuat sop, ada kentang murah di tempat (ini),” katanya.

- Advertisement -

Bupati Garut menyampaikan, bahwa GPM ini merupakan gagasan yang luar biasa mengingat sebelumnya seluruh gubernur dan bupati di Indonesia mendapat arahan dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam rangka membahas kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini terancam inflasi.

“Meskipun laju pertumbuhan ekonomi kita sekarang di angka 5,7 tapi inflasi bergerak terus mau menuju ke angka 6,5. Jadi laju pertumbuhan ekonominya naik memang 5,7 di triwulan ketiga, tapi laju pertumbuhan ekonomi tergeser dengan inflasi yang melebihi laju pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Bupati Garut menuturkan, pihaknya berencana untuk kembali mengeluarkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar satu miliar, untuk memberikan pelayanan berupa pangan murah yang akan dikelola dalam jangka satu bulan ke depan tepatnya sampai Desember.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Haeruman, menyampaikan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jabar untuk menyelenggarakan gelar pangan murah secara serempak di seluruh Jawa Barat. Setelah kegiatan ini dilaksanakan, pihaknya juga akan melakukan gelar pangan murah kembali pada tanggal 16 November di wilayah Kecamatan Singajaya dan tanggal 22 November di daerah Kecamatan Pamulihan.

Haeruman mengatakan, tujuan kegiatan ini salah satunya adalah sebagai upaya menekan inflasi terkait kenaikan harga BBM, yang sangat dirasakan sekali oleh para ibu rumah tangga khususnya di Kabupaten Garut.

“Tapi dengan gelar pangan murah ini mudah-mudahan bisa membantu, karena ini kami laksanakan di bawah harga pasar, jadi ada selisih kurang lebih itu 2 ribu (rupiah) per komoditi, jadi kami melaksanakan gelar pangan murah ini (dengan) berbagai komoditi dari mulai beras, sayur-sayuran, daging, telur, itu semua (harganya) di bawah harga pasar,” tuturnya.

Tak hanya gelar pangan murah, Haeruman memaparkan dalam kesempatan ini juga terdapat edukasi terkait dengan olahan pangan lokal, sehingga ibu-ibu rumah tangga dapat bertanya bagaimana cara mengolah pangan lokal dengan rasa yang lebih enak, dan nantinya bisa dipraktikkan di rumahnya masing-masing.

Salah satu warga yang berbelanja, Susilawati (38) asal Jati Asri, Tarogong Kidul mengungkapkan gelar pangan murah ini dirinya berbelanja beberapa kebutuhan pokok seperti sayuran, minyak, dan beras. Ia menilai bahwa harga pangan yang dijual dalam kegiatan ini cukup murah.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru