spot_img

BERITA UNGGULAN

Jokowi Sebut Investasi Senilai 2 Miliar USD Akan Segera Bangun IKN

SuaraPemerintah.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memproyeksikan pembangunan infrastruktur dasar dan pusat pemerintahan di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan rampung tahun depan.

Sampai awal November 2023, setidaknya sudah ada 21 investor dari dalam dan luar negeri yang sudah dan akan segera melakukan groundbreaking dengan total nilai investasi 2 miliar dollar AS.

- Advertisement -

Pembangunan IKN dengan konsep kota hijau dalam rimba disampaikan Presiden Jokowi sebagai salah satu potensi investasi di Indonesia dalam Forum Bisnis Indonesia-Republik Rakyat China (RRC) yang digelar di China World Hotel, Beijing, China, Senin (16/10/2023).

Sebagai kota hijau dalam rimba, IKN akan menjadi kota netral karbon pertama di Indonesia. Sebanyak 60 persen IKN berupa hutan.

- Advertisement -

Presiden Jokowi juga mengapresiasi investasi dan kontribusi para pengusaha China dalam pembangunan di Indonesia.

”Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas investasinya, atas kontribusinya dalam pembangunan Indonesia. Tahun 2013, RRC (Republik Rakyat China) berada di urutan ke-12 kontributor foreign direct investment (FDI) di Indonesia, nomor ke-12 tahun 2013, tetapi di tahun 2022 sudah menjadi urutan yang kedua,” katanya.

Presiden juga menganalogikan cara berinvestasi para pengusaha China di Indonesia seperti Bruce Lee dengan gerakan wing chun-nya, yakni cepat dan tepat.

Presiden juga meyakini bahwa investasi RRC di Indonesia akan terus meningkat dan menjadi kontributor FDI teratas dalam satu-dua tahun ke depan.

”Jika terus konsisten seperti ini, saya yakin dalam setahun dua tahun ke depan, saya yakin RRC bisa menjadi peringkat yang pertama sebagai kontributor FDI di Indonesia dan itu yang saya tunggu-tunggu,” katanya.

Presiden Jokowi meyakinkan para investor bahwa investasi di Indonesia itu adalah pilihan yang tepat karena mudah dan aman. Sejumlah indikator ekonomi di Indonesia menunjukkan capaian positif, antara lain pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5 persen, neraca dagang yang surplus 41 bulan berturut-turut, Purchasing Manager Index (PMI) berada di level ekspansi selama 25 bulan berturut-turut, dan bonus demografi.

”Insentif-insentif juga sudah kami persiapkan dan tentu saja stabilitas sosial politik yang selalu terjaga. Jadi juga jangan sampai ada yang khawatir mengenai Pemilu 2024 yang akan datang karena Indonesia juga sudah berpengalaman melakukan pemilihan umum secara langsung selama lima kali. So, you don’t need to worry, you just need to hurry,” tutur Presiden.

Peluang investasi di Indonesia, menurut Presiden, tidak hanya menguntungkan Indonesia tetapi juga China.

Erick Thohir menambahkan, pertumbuhan investasi China di Indonesia sangat positif. Bila pada 2013 investasi China baru 280 juta dollar AS, kini sudah mencapai 8,6 miliar dollar AS.

Investasi dari China juga dinilai penting. Sebab, teknologi dari negara ini sangat maju dan diperlukan untuk mendorong hilirisasi di Indonesia dan pengembangan ekonomi hijau. Apalagi, kata Erick, Indonesia ingin menjadi negara industri dan menjadi bagian dari rantai pasok global.

Dalam Forum Bisnis Indonesia-China, juga ditandatangani kesepakatan kerja sama antara sektor swasta China dengan perusahaan Indonesia maupun BUMN senilai 13,7 miliar dollar AS.

”Ini yang sudah agreement. Potensi (investasi lain)-nya masih ada 29 miliar dollar AS,” kata Erick, yang dilansir dari Kompascom

Dari 31 kerja sama yang ditandatangani tersebut, sembilan di antaranya dilakukan BUMN Indonesia. Kerja sama itu antara lain kerja sama Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan CATL untuk pembangunan industri baterai listrik serta kerja sama PT PLN (Persero) dengan perusahaan listrik China.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru