SuaraPemerintah.ID – Ternyata, untuk bisa menggapai title juara harus melalui kerja keras dan sejumlah upaya nyata. Hal itu seperti yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
Sub Koordinator Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan merangkap Arsiparis Ahli Muda DPK Beltim, Woro Hapsari Candra Dewi mewakili Kepala DPK Beltim, membeberkan kiat dan rahasia DPK Beltim selalu langganan menjadi Juara I Lomba Pengelolaan Kearsipan LKD Tingkat Provinsi Babel.
Woro kepada Media ini usai menerima hadiah berupa Plakat dan Uang Pembinaan dari Kepala LKD Provinsi Babel Rakhmadi, Kamis (9/11/2023) mengungkapkan hasil yang didapatkan oleh DPK Beltim berkenaan dengan Pengelolaan Kearsipan ini tidak semudah yang dibayangkan, namun butuh kerja optimal dan maksimal, bukan hanya LKD Beltim, tapi perangkat daerah, arsiparis, BUMD, dan desa.
“Mereka yang telah mensupport LKD Beltim menjadi lebih baik kembali, sehingga tahun 2023 ini, dan tahun-tahun mendatang bisa menjadi lebih baik lagi,” ujarnya
Tidak kalah pentingnya lagi, ada support dari pimpinan daerah, Bupati dalam hal ini. tanpa dukungan Bupati, maka kearsipan di lini bawah itu tidak akan menjadi apa-apa. Kemudian, LKD Beltim mengedepankan tertib arsip yang lebih baik.
LKD Beltim, dibeberkan Woro, selalu melihat kekurangan, dan mereviw yang dilaksanakan baik dari pengawasan maupun pembinaan.
“Misalnya kekurangan pembinaan kita ke lini bawah itu apa. Jadi, hal-hal yang kita tingkatkan selain dari tertib arsip juga penguatan SDM, terutama focus penguatan SDM arsiparis. Tanpa bantuan arsiparis, pengelola arsip perangkat daerah, termasuk CSR yang mensupport kita, kearsipan Beltim tidak ada artinya,” tegas Woro.
Sedangkan tertib arsip itu sendiri, dijelaskannya lebih lanjut, adalah bagian dari Gerakan sadar arsip yang dicanangkan. Contohnya, tertib pengelolaan arsipnya, tertib SDM-nya, anggarannya, kebijakannya, dan tertib pengelolaan kearsipan di seluruh pemda.
“Jadi, antar satu dengan yang lainnya saling berkaitan, baik SDM, anggaran, arsip barangnya, serta kebijakan,” tandasnya.
Fundamental didalam tertib sadar arsip itu, dikatakan Woro, DPK Beltim terapkan karakter awalnya ke dalam bentuk kegiatan-kegiatan, misalnya pameran kearsipan. Kalau di 2023 di Beltim sudah tiga kali melaksanakan pameran kearsipan.
Kemudian, senam atau jalan santai hari kearsipan itu disisipkan, pembinaan yang membutuhkan support CSR, dan penyelamatan arsip ke mitra seperti KPU, Bawaslu, komunitas kemah budaya generasi muda.
“Kita mengedepankan kerja sama. Tanpa adanya kerja sama tidak ada artinya kearsipan di Beltim. Intinya, komitmen, konsolidasi dan kolaborasi,” tutup Woro, Arsiparis DPK Beltim.
Sebelumnya, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi memberikan ucapan selamat kepada DPK Beltim meraih Juara I bahkan menjadi Juara I kali kelima, Belitung Juara II, dan Bangka Juara III.
Lomba Pengelolaan Kearsipan ini, kata Kepala DKPUS Rakhmadi, sebagai salah satu bentuk program untuk memotivasi bagaimana LKD Kabupaten/Kota bisa mengelola dan mengoperasional kegiatan-kegiatan berkaitan dengan arsip.
“Ketika mereka tidak mampu menata dokumen-dokumen negara, ini berbahaya, karena pengelolaan dokumen negara itu ada tanggung jawabnya. Kalau ada tanggung jawabnya bearti berkaitan dengan hukum,” ungkapnya.
Untuk itu, disebutkan Rakhmadi, lomba yang diselenggarakan ini sebagai rangsangan bagi LKD Kabupaten/Kota, ayo peduli ke arsip, karena arsip bagian dari kehidupan, pemerintahan, organisasi, hingga pribadi arsip itu harus terjaga.
Kabid Pengelolaan Arsip Daerah DKPUS Babel Doni Golput turut mengajak kepada LKD Kabupaten/Kota yang belum mendapatkan Juara agar terus bersemengat memacu diri agar pengelolaan kearsipannya lebih baik lagi, sehingga ke depan raihan juara bisa dicapai.






