Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Mengenal SGIE yang Ditanyakan Gibran ke Cak Imin di Debat Cawapres

SuaraPemerintah.ID – Dalam gelaran debat calon wakil presiden (cawapres) perdana malam tadi (22/12), Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka sempat menanyakan soal SGIE atau State of the Global Islamic Economy kepada cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Gibran mempertanyakan soal apa strategi Cak Imi dalam upaya menaikkan [peringkat Indonesia di SGIE. Menurutnya, permasalahan ini akan sangat dimengerti oleh Cak Imin.

- Advertisement -

“Bagaimana langkah Gus Muhaimin untuk menaikkan peringkat Indonesia di SGIE?” tanya Gibran dalam arena Debat Cawapres di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (22/12/2023).

Cak Imin sempat mengaku tidak tahu, “Terus terang SGIE saya nggak paham, SGIE itu apa?” Setelah Gibran menjelaskan soal SGIE, Cak Imin pun menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi solusi menaikkan SGIE di Indonesia. Namun dia hanya sempat menyebut satu poin saja sampai waktu habis.

- Advertisement -

Lantas apa yang dimaksud dengan SGIE atau singkatan dari State of the Global Islamic Economy itu? Simak penjelasan yang kami lansir dari detik.com berikut ini:

SGIE atau State of the Global Islamic Economy adalah laporan tahunan tentang kondisi Ekonomi Islam/Halal secara global yang diluncurkan DinarStandard di Dubai, Uni Emirat Arab.

Dilansir situs DinarStandard (perusahaan riset strategi dan manajemen), sejak tahun 2013, SGIE telah menjadi referensi global bagi para eksekutif, investor, pejabat pemerintah, dan pengusaha yang terkait dengan Ekonomi Islam/Halal.

Tujuan SGIE adalah untuk mengembangkan laporan yang menginspirasi dan memberdayakan para pemimpin bisnis, pengusaha, dan pejabat pemerintah untuk mengembangkan strategi yang berfokus pada ekonomi Islam global.

Hal ini dengan mengukur pengeluaran Muslim di setiap sektor Ekonomi Islam (makanan, keuangan Islam, perjalanan, fesyen, farmasi, kosmetik, media).

Tentang DinarStandard sendiri merupakan perusahaan riset strategi pertumbuhan dan manajemen eksekusi, yang memberdayakan organisasi untuk mendapatkan dampak global yang menguntungkan dan bertanggung jawab. DinarStandard mengkhususkan diri pada inovasi pemerintah, ekonomi halal/etis global, dan dampak sosial.

Sejak 2008, DinarStandard telah mendukung lebih dari 30 entitas pemerintah, lembaga investasi, pemimpin industri, dan multilateral dari lebih dari 12 negara di seluruh dunia. Proposisi nilainya yang unik berakar pada penyampaian fakta-fakta orisinil dan dampak klien yang digerakkan oleh pandangan ke depan yang berlandaskan pada keunggulan dan etika.

SGIE Report Indonesia
Sebelumnya, diketahui dalam SGIE Report 2022, Indonesia berhasil mempertahankan posisi keempat dunia di Global Islamic Economy Indicator (GIEI) yang dirilis DinarStandard. Hal ini menunjukkan pengembangan ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan sehat.

Selain itu, produk Halal Food Indonesia juga dilaporkan menempati posisi kedua dunia di GIEI. Hal ini juga menunjukkan bahwa kemajuan Indonesia dalam inovasi di beberapa aspek ekonomi syariah lainnya, dengan harapan Indonesia mampu menjadi pusat produk halal terbesar di dunia.

Untuk diketahui, Global Islamic Economy Indicator atau disingkat GIEI adalah file komposit berbobot yang berisi enam penunjuk tingkat wilayah yang melintang di 73 negara pusat untuk menunjukkan wilayah penanda Ekonomi Islam saat ini di setiap pilar Ekonomi Islam.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru