Dalam rangka peningkatan kinerja pegawai provinsi sekaligus penyerahan SK Mutasi 42 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Penyuluh Keluarga Berencana (KB) asal Sumatera Utara dan Sumatera Selatan, Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si didampingi Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Viktor Hasiholan Siburian, SE,M.Si melakukan kunjungan kerja ke Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung pada Jumat, 19 Januari 2024.

Kedatangan Sestama tersebut disambut langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, dr. Nurizky Permanajati, M.H., bersama Sekretaris Ni Gusti Putu Meiridha, S.E., M.M. beserta Seluruh Pegawai Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Sestama menyampaikan bahwa BKKBN terus melakukan optimalisasi manajemen pegawai terhadap seluruh pegawainya. begitu juga terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang telah direkrut. Beliau menyebut bahwa perekrutan PPPK Penyuluh KB adalah untuk mengisi kekosongan Jabatan Penyuluh KB yang belum terpenuhi baik secara jumlah SDM maupun kompetensinya.

Kemudian Sestama menambahkan, Optimalisasi manajemen pegawai khususnya PPPK Penyuluh KB dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari memperbaiki kualitas prosedur seleksi PPPK, Penambahan Regional dan Analisis Beban Kerja (ABK) yang dilakukan secara mendalam dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi suatu daerah.
Berbicara mengenai mutasi wilayah kerja, Sestama berharap dengan adanya mutasi tersebut, dapat berdampak positif bagi psikologis Para PPPK Penyuluh KB. Ia menilai, dengan penempatan wilayah kerja yang lebih dekat dengan keluarganya, dapat meningkatkan produktifitas kinerja khususnya dalam pelaksanaan tugas untuk mendukung kinerja organisasi dan pelayanan publik di wilayah penempatannya masing masing.
Terakhir, Sestama menekankan bahwa dalam menghadapi era digital saat ini, setiap pegawai harus smart dan adaptif terhadap teknologi, terutama dalam melakukan kampanye perubahan perilaku kepada masyarakat sehingga pelaksanaan program Bangga Kencana dan Percepatan Penanganan Stunting dapat lebih optimal.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dari Kepala Biro SDM BKKBN, Viktor Hasiholan Siburian, SE,M.Si mengenai manajemen ASN dan Disiplin Pegawai.






