Senin, Februari 2, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Kepala BP2MI dan Kepala BNN Lepas Pekerja Migran Indonesia: Potensi sebagai Duta Anti Narkoba

SuaraPemerintah.ID – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Marthinus Hukom, telah melepas sebanyak 171 Pekerja Migran Indonesia dengan skema G to G ke Korea Selatan, 1 orang ke Jerman, dan 8 orang ke Taiwan melalui skema SP2T. Acara ini berlangsung di eL Hotel Jakarta pada hari Senin (1/4/2024) dan dihadiri secara hybrid oleh 589 calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) G to G Korea Selatan yang sedang mengikuti Orientasi Pra Pemberangkatan.

Kepala BNN menggarisbawahi bahwa Pekerja Migran Indonesia adalah duta bagi Indonesia di mata dunia dan sangat diharapkan untuk tidak terperangkap dalam permasalahan narkotika.

- Advertisement -

“Para hadirin yang terhormat, saya berharap agar kalian tidak terjerat oleh jaringan narkoba di negara tempat penempatan. Menurut data Kementerian Luar Negeri, pada tahun 2022 terdapat 177 WNI di luar negeri yang terlibat dalam kasus narkoba. Kalian adalah aset bangsa, saya berharap kalian menghindari hal-hal semacam itu. Saya ingin menemukan Pekerja Migran Indonesia yang berhasil dan bebas dari narkoba untuk menjadi duta anti narkoba,” ujar Marthinus.

Marthinus menegaskan bahwa BNN memiliki kesamaan fokus dengan BP2MI karena keduanya terkait dengan isu-isu narkoba, perdagangan orang, dan paham radikalisme yang sering dihadapi oleh Pekerja Migran Indonesia.

- Advertisement -

“Pekerja Migran Indonesia adalah individu yang berprestasi. Mereka menantang takdir dengan bekerja di luar negeri. Ini bukanlah hal yang mudah, oleh karena itu saya ingin memberikan motivasi kepada mereka dan memberikan pengetahuan terkait dengan isu-isu tersebut agar mereka tidak tergoda,” tambah Marthinus dalam konferensi pers.

Benny, selaku Kepala BP2MI, menyetujui pandangan tersebut dan mengajak para Pekerja Migran Indonesia untuk mempertahankan harapan tersebut.

“Kalian telah melewati perjalanan yang panjang dan berhasil mencapai titik ini. Ada 4K yang harus kalian jaga, yaitu kesungguhan, keberanian, kesetiaan, dan kehormatan,” ucap Benny.

Benny juga berharap agar pemerintah lebih memperhatikan nasib para Pekerja Migran Indonesia, termasuk dalam hal pembebasan biaya penempatan.

“Pemerintah harus mendukung rakyatnya, termasuk Pekerja Migran Indonesia. Perjalanan kita masih panjang, saya berharap pemerintah membebaskan biaya penempatan bagi Pekerja Migran Indonesia di semua skema,” pungkas Benny.

Dalam acara ini, turut hadir Moniq Theresia dari German Agency for International Cooperation (GIZ) untuk Indonesia dan Timor Leste, serta ketiga Deputi BP2MI.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru