BerandaOPINI PRAHUMBanyak Jalan Menjadi Gila

Banyak Jalan Menjadi Gila

SuaraPemerintah.ID – Gila atau istilah lainnya gangguan jiwa adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan gangguan pikiran, perilaku, dan emosi yang signifikan. Ini dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal dalam kehidupan sehari-hari dan dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk pekerjaan, hubungan, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Gejala gila dapat bervariasi luas, tetapi beberapa tanda umum termasuk pikiran yang tidak teratur, kecemasan, depresi, kebingungan, dan kehilangan fokus.

- Advertisement -

Gila atau gangguan jiwa dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk genetika, peristiwa traumatis, stres, kecemasan, depresi, masalah kesehatan fisik, dan penggunaan zat. Beberapa faktor lingkungan, seperti kekerasan, kekerasan seksual, dan pelecehan, juga dapat berkontribusi pada gangguan jiwa. Selain itu, faktor sosial, seperti isolasi, kesepian, dan kurangnya dukungan sosial, juga dapat memainkan peran dalam perkembangan gangguan jiwa.

Selain itu, faktor-faktor biologis seperti ketidakseimbangan kimia di otak juga dapat memainkan peran dalam penyebab gangguan jiwa.

Namun disadari atau tidak, diketahui atau tidak, diakui atau tidak, ada satu fenomena yang mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan kita semua bahwa tidak sedikit kasus gangguan jiwa yang disebabkan oleh penggunaan obat-obat terlarang yang kita kenal dengan narkoba (narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif).

Narkoba dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk obat-obatan yang diresepkan, obat-obatan ilegal, dan zat-zat alami seperti alkohol dan nikotin. Narkoba adalah zat yang dapat menyebabkan penyalahgunaan dan kegilaan, dan dapat mengganggu fungsi kognitif, perilaku, dan emosional.

Penggunaan narkoba dapat menjadi penyebab gangguan jiwa karena penggunaan narkoba dapat menyebabkan perubahan pada sistem saraf pusat, yang dapat mempengaruhi mood, pikiran, dan perilaku seseorang.

Tidak hanya itu. Penggunaan narkoba juga dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi, yang dapat memperburuk gejala gangguan jiwa. Bahkan, penggunaan narkoba juga dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik, seperti masalah kardiovaskular dan masalah pernapasan, yang dapat mempengaruhi gangguan jiwa.

 

Penyebab Penyalahgunaan Narkoba

Pengaruh narkoba bisa menyerang siapa saja. Namun setidaknya ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

Pertama, perasaan berduka. Penyebab penyalahgunaan narkoba bisa dipicu oleh perasaan duka yang mendalam. Untuk sebagian orang perasaan ini tidak bisa ditangani dengan mudah.

Perasaan berduka yang sangat panjang bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan fisik dan mental. Perasaan ini menjadi salah satu penyebab narkoba karena menjadi salah satu cara menemukan rasa kelegaan.

Kedua, lingkungan keluarga. Penyebab penyalahgunaan narkoba juga bisa disebabkan akibat lingkungan keluarga. Menurut jurnal The Impact of Substance Use Disorders on Families and Children: From Theory to Practice yang dipublikasikan oleh Social Work in Public Health, pandangan orang tua terhadap kondisi anak yang kecanduan narkoba juga merupakan hal penting.

Sikap dan keyakinan keluarga dapat memengaruhi seseorang ketika ia mencoba untuk berhenti dari penggunaan narkoba. Saat orang tua memiliki pemikiran bahwa penggunaan narkoba merupakan kegagalan moral, maka anak akan lebih mudah untuk keluar dari kebiasaan buruk ini.

Ketika keluarga memiliki pendidikan dan informasi yang baik mengenai kecanduan narkoba, maka keluarga dapat memainkan peran untuk membantu mengatasi masalah ini.

Ketiga, tekanan lingkungan sosial. Pastikan untuk memilih lingkungan pertemanan yang memiliki banyak nilai positif. Sebaiknya hindari lingkungan sosial yang sangat dekat dengan penyalahgunaan narkoba.

Kondisi ini bisa membuat kamu mengikuti kebiasaan lingkungan. Semakin kamu terbiasa dengan penyalahgunaan narkoba di sekitar kamu, maka akan semakin besar risiko kamu menjadi pecandu narkoba.

Keempat, menjadikan narkoba sebagai pengobatan mandiri. Seseorang yang mengalami gangguan atau keluhan kesehatan mental yang berkepanjangan, sebaiknya segera tanyakan dokter untuk memastikan pengobatan yang tepat dan menghindari melakukan diagnosa dan pengobatan sendiri. Kebanyakan orang menggunakan narkoba sebagai pengobatan gangguan mental, karena dianggap sebagai alternatif yang tepat.

Melansir laman National Institute on Drug Abuse dengan judul Why is there comorbidity between substance use disorders and mental illnesses?, seseorang yang mengidap gangguan kesehatan mental berisiko melakukan penyalahgunaan narkoba.

Seseorang yang mengidap gangguan kesehatan mental dari golongan ringan, sedang, dan berat menggunakan narkoba sebagai salah satu jalan pengobatan mandiri untuk mengatasi gangguan yang dialami.

Namun perlu diketahui, menggunakan obat terlarang sebagai pengobatan mandiri berisiko meningkatkan gejala yang memburuk. Bahkan, memperburuk kesehatan untuk penggunaan jangka panjang.

Kelima, kurang percaya diri. Menurut studi dalam jurnal Addiction and Health dengan judul The Role of Self-esteem in Tendency towards Drugs, Theft and Prostitution, kurangnya rasa percaya diri bisa menjadi salah satu penyebab kecanduan narkoba penyalahgunaan narkoba pada remaja.

Semakin tinggi rasa percaya diri seseorang, maka risiko penyalahgunaan narkoba pun akan semakin rendah. Biasanya, seseorang yang memiliki percaya diri rendah akan menggunakan narkoba, sehingga mereka akan merasa lebih percaya diri dan merasa diterima dengan baik oleh lingkungan.

Keenam, kurangnya pendidikan dan informasi mengenai narkoba. Penyalahgunaan narkoba bisa terjadi karena seseorang kurang mendapatkan ilmu pendidikan dan informasi mengenai bahaya narkoba. Untuk itu, jangan ragu untuk menerima dan menyebarkan informasi mengenai dampak dan bahaya narkoba kepada seluruh lapisan masyarakat.

Ketujuh, memenuhi rasa penasaran. Banyak pemberitaan mengenai narkoba bisa memicu rasa penasaran seseorang terhadap efek penggunaan obat terlarang ini. Selain itu, banyak juga yang menggunakan narkoba untuk meningkatkan hormon dopamin yang bisa membuat perasaan bahagia.

Namun, pecandu narkoba tidak menyadari berbagai efek negatif yang bisa terjadi. Bahkan, penyalahgunaan narkoba bisa menyebabkan mereka berurusan dengan pihak berwajib.

 

Pencegahan Pengaruh Narkoba

Ada beberapa cara untuk mencegah pengaruh narkoba. Pertama, Pendidikan. Mempelajari tentang bahaya dan risiko narkoba, serta cara mengidentifikasi tanda-tanda penyalahgunaan, dapat membantu individu membuat keputusan yang lebih baik dan menghindari penggunaan narkoba.

Kedua, komunikasi. Membuka komunikasi yang jujur dengan teman, keluarga, dan guru tentang kekhawatiran atau masalah yang mungkin menyebabkan seseorang beralih ke narkoba dapat membantu mengurangi risiko.

Ketiga, Alternatif sehat. Mendorong kegiatan dan hobi sehat seperti olahraga, musik, atau seni sebagai cara untuk mengatasi stres atau masalah emosional dapat membantu mengurangi kebutuhan seseorang untuk beralih ke narkoba.

Keempat, dukungan. Mencari dukungan dari orang dewasa yang dapat diandalkan, terapis, atau konselor dapat membantu individu mengatasi masalah yang mungkin menyebabkan mereka beralih ke narkoba.

Kelima, pengawasan. Mempertahankan pengawasan yang ketat atas aktivitas dan kegiatan seseorang, terutama selama masa sulit, dapat membantu mengurangi risiko mereka terpapar narkoba.

Keenam, pemberian contoh yang baik. Menunjukkan perilaku dan nilai yang sehat dan positif kepada seseorang, termasuk menghindari penggunaan narkoba, dapat membantu mereka mengembangkan kebiasaan sehat dan menghindari penggunaan narkoba. (Disari dari berbagai sumber)

Selamat Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2024.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM