Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Airlangga Soal Kenaikan Tarif Listrik dan BBM: Ya, Kita Lihat

SuaraPemerintah.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, akhirnya angkat bicara mengenai kemungkinan kenaikan tarif listrik dan BBM. Dalam pernyataannya, Airlangga memastikan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan.

Ketika ditanya oleh wartawan apakah tarif listrik untuk golongan non-subsidi akan mengalami perubahan mulai Juli 2024, Airlangga menjawab, “Nanti kita monitor dulu.” Pernyataan ini disampaikan usai meresmikan smelter tembaga PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur.

- Advertisement -

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan kenaikan tarif, dia menegaskan, “tidak, kalau naik sih tidak.” Namun, saat ditegaskan kembali apakah tarif listrik pada periode Juli-September 2024 tidak akan mengalami kenaikan, jawabannya tetap tidak pasti. “Ya, kita lihat. Tapi nanti segera kita rapatkan,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P. Hutajulu mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera mengumumkan tarif listrik yang akan berlaku pada periode Juli 2024 mendatang, pada akhir bulan Juni 2024 ini.

- Advertisement -

“Ditunggu ya konferensi persnya. Akhir bulan Juni (2024),” ujar Jisman singkat yang dilansir dari CNBC Indonesia, Senin (24/6/2024).

Namun, dalam rapat paripurna di DPR, Airlangga mengatakan pemerintah memutuskan tidak akan menaikkan tarif listrik dan harga BBM hingga Juni 2024.

Airlangga menegaskan keputusan ini berlaku untuk kelompok subsidi maupun nonsubsidi hingga Juni 2024. Kebijakan ini, kata Airlangga, diputuskan bersama dalam Rapat Sidang Kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

“Tadi diputuskan dalam Sidang Kabinet Paripurna tidak ada kenaikan (tarif) listrik, tidak ada kenaikan (harga) BBM sampai Juni (2024). Baik itu yang subsidi maupun nonsubsidi,” tegas Airlangga.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan pihaknya belum mengadakan pembahasan dengan Kementerian ESDM terkait potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, meskipun ada kenaikan harga minyak dan kurs rupiah.

Hal itu disampaikan Isa saat konferensi pers terkait realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga periode Mei 2024 yang digelar secara daring, Kamis (27/6/2024).

“Sampai saat ini tidak ada pembahasan mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM dengan Kementerian ESDM,” tegas Isa.

Meski begitu, Isa mengakui faktor pendorong pertimbangan penetapan harga subsidi itu memang ada kenaikan. Di antaranya harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (IC) di pasar global, dan kurs rupiah yang telah melonjak di kisaran atas Rp 16.400/US$, di atas asumsi makro APBN 2024 sebesar Rp 15.000/US$.

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru