SuaraPemerintah.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah keras tuduhan bahwa dirinya telah menawarkan nama putra bungsunya, Kaesang Pangarep, untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024. Kaesang sendiri saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“Saya tidak pernah menyodorkan (nama) kepada siapapun. Kepada partai juga tidak pernah, (coba) tanyakan ke partai-partai,” ujar Jokowi ketika ditemui di sela-sela peresmian pabrik baterai dan ekosistem kendaraan listrik PT HLI Green Power di Karawang, Jawa Barat, Rabu.
Jokowi menegaskan bahwa urusan pilkada sepenuhnya merupakan wewenang partai-partai politik. “Saya bukan ketua partai, saya bukan pemilik partai, jadi jangan ditanyakan kepada saya,” lanjutnya.
Tuduhan bahwa Presiden Jokowi ikut campur dalam pencalonan Kaesang dalam Pilkada Jakarta disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi. Tuduhan tersebut telah dibantah oleh pihak Istana dan Kaesang sendiri.
“Jangan bawa-bawa Presiden lah, yang ketua umum kan saya,” ujar Kaesang pekan lalu. Dia menegaskan bahwa keputusan mengenai siapa yang akan maju mewakili PSI dalam Pilkada sepenuhnya berada di tangannya sebagai ketua umum.
Beberapa hal pun akan menjadi pertimbangan Kaesang dalam menentukan siapa sosok yang akan maju di Pilkada DKI. Salah satunya yakni banyaknya pihak yang datang ke PSI untuk meminta dukungan partai berlambang mawar merah itu.
“PSI kan punya kursi di Jakarta, lumayan ada delapan kursi. Banyak juga partai yang menyodor-nyodorkan jagoannya agar didukung PSI. Pernyataan Sekjen PKS mungkin hendak menutup pintu koalisi dengan PSI, ya nggak apa-apa juga,” kata dia.
Terlepas dari itu, dia berharap pihak yang menyebar isu tersebut tidak mencederai momentum Pilkada 2024 ini dengan berita hoaks yang menyesatkan masyarakat.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)















