SuaraPemerintah.ID, JAKARTA – Debat publik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta berlangsung meriah malam ini, dihadiri oleh ribuan pendukung serta disiarkan secara langsung. Salah satu sorotan utama adalah penampilan Ridwan Kamil, paslon nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), yang berhasil menarik perhatian dengan pemaparan visi dan misinya.
Dalam debat tersebut pertanyaan ini meliputi Badan Pusat Statistik (BPS) indek ketimpangan Gender di Jakarta pada tahun 2023 sebesar 0,256%, ketimpangan ini sangat dirasakan dari sisi tingkat partisipasi angkatan kerja Perempuan yang hanya 50,21% dibandingkan laki-laki 80,25%, dengan keadaan seperti ini menjadikan ketimpangan bagi perempuan.
Menurut RK atau Emil sapaan akrabnya, ia menilai bahwa Kota jakarta ini masih sangat aman untuk laki-laki secara teori tapi tidak aman untuk perempuan dan belum aman untuk anak-anak serta belum nyaman untuk lansia dan disabilitas.
“kunci suksesnya kota jakarta harus berkeadilan sebab kuncinya negara hanya 2, Adil dan Makmur. maka jika warga belum mendapatkan keadilan silahkan laporkan dan diskusikan,” ujar Ridwan Kamil dalam sesi tanya jawab.
Ketimpangan ini lanjut RK, Bahwa kunci ketimpangan ini adalah pendidikan dengan program yang kita susun dengan anggota DPRD kita dukung Sekolah Gratis tidak hanya di negeri tapi melainkan di Swasta yang ditunjuk.
“Insya Allah pastisipasi sekolah sudah ada sekitar 1100 yang akan mendukung untuk Gender,”Tegas RK saat menjawab di debat pilkada Jakarta 2024.
Dirinya menilai bahwa akan berwacana untuk membangun sekolah perempuan.”sekolah perempuan ditujukan untuk emak-emak atau ibu-ibu yang akan kita buat sekolah tersebut dibalai RW, dan kurikulumnya tentang ekonomi keluarga,keharmonisan keluarga,”tegas.
Rk menyampaikan pada sesi tanya jawabnya, bahwa emak-emak yang butuh pekerjaan RK memiliki program kredit mesra tanpa bunga dan tanpa agunan.
“daftar emak-emaknya cukup lima, ini namanya kredit kelompok sehingga akses ini sudah saya lakukan, bertujuan untuk akses kemudahan unutk berusaha, kombinasi sekolah informal dengan emak-emak, serta sekolah gratis untuk perempuan di level formal, tiga point itu bisa menjadi tolak ukur untuk ketimpangan persoalan gender,”tegasnya.
Kandidat wakil gubernur yang mendampinginya, juga memberikan penjelasan mengenai program-program sosial yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan komitmen untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di Jakarta.
Debat ini juga diwarnai oleh saling tanggapan antara para kandidat, di mana Ridwan Kamil dengan percaya diri menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dari lawan politiknya. Salah satu momen menonjol terjadi saat ia menjawab tudingan mengenai isu pemerintahan yang tidak transparan.(red)
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)


















