Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, menyelenggarakan Seminar Nasional Tenaga Kependidikan (Tendik) Berdampak 2025 pada Selasa (25/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Program Tendik Berdampak 2025 yang bertujuan memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan kualitas layanan tenaga kependidikan (tendik) perguruan tinggi di Indonesia.
Program ini terdiri dari seminar nasional, pembelajaran modul digital, serta workshop dan benchmarking, dengan fokus peningkatan kemampuan teknis, manajerial, dan sosiokultural tendik. Tahun ini, seminar mengusung tema “Kecerdasan Buatan (AI) dan Pelayanan Prima”, sebagai respons terhadap percepatan transformasi digital pendidikan tinggi.
Seminar dibuka oleh Dirjen Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, bersama Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardani. Dalam sambutannya, Dirjen Khairul menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas tendik untuk mendukung mutu layanan pendidikan tinggi.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan kompetensi teknis, manajerial, dan sosiokultural tenaga kependidikan dapat semakin meningkat untuk menghasilkan tendik yang efisien, efektif, dan akuntabel dalam kinerja, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi kita,” ujar Dirjen Khairul.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardani menekankan pentingnya kesiapan tendik dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Di angkatan pertama ini, kita mendorong adaptasi tenaga kependidikan terhadap teknologi guna memulihkan layanan prima pada pendidikan tinggi yang efisien, efektif, dan akuntabel,” jelas Direktur Sri Suning.
Program ini turut didukung oleh Indonesia Cyber Education Institute (ICE Institute) sebagai mitra penyelenggara yang menyediakan modul pembelajaran digital. Direktur ICE Institute, Rahayu Dwi Riyanti mendorong peserta memanfaatkan kesempatan ini dengan optimal.
“Kami berharap peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini, memilih mata kuliah yang tepat, dan mengikuti program dengan motivasi tinggi agar hasilnya tidak sia-sia,” ujar Rahayu.
Dalam pemaparannya, Dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Syukron Abu Ishaq Alfarozi, menjelaskan bahwa AI pada dasarnya merupakan sistem data yang dirancang untuk menjalankan kemampuan yang dimiliki manusia.
“AI sebenarnya berasal dari data. AI tidak harus menyerupai manusia, namun ketika sebagian pengetahuan manusia ditransformasikan ke dalam sistem, kemampuan itu sudah dapat dikategorikan sebagai AI,” ujar Syukron.
Syukron menjelaskan bahwa AI dapat meningkatkan produktivitas karena mampu menangani berbagai pekerjaan yang bersifat berulang. Namun, pemanfaatannya perlu diseimbangkan dengan kemampuan analisis dan evaluasi luarannya.
“AI tetap memiliki potensi salah. Jika tidak memiliki kemampuan analisis dan evaluasi terhadap luarannya, kita akan mudah bergantung, yang berdampak pada menurunnya kapasitas berpikir kritis,” jelas Syukron.
Widyaiswara Madya pada Pusdiklat Kepemimpinan dan Manajerial Kementerian Keuangan, Budi Setiawan memaparkan bahwa pelayanan yang baik harus memberikan nilai tambah dan menunjukkan komitmen untuk bekerja melampaui harapan.
“Pelayanan yang baik perlu ditopang unbelievable energi dan nilai. Prinsip ini berangkat dari keyakinan bahwa bekerja adalah ibadah, sehingga layanan tidak hanya memenuhi kebutuhan pengguna tetapi juga menjadi upaya untuk memberikan yang terbaik melebihi yang diharapkan,” ujar Budi.
Program Tendik Berdampak 2025 dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu Seminar Nasional, Pembelajaran Modul Digital, dan Workshop serta Benchmarking. Sejumlah perguruan tinggi yang turut mendukung kegiatan ini, yaitu Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Indonesia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Institut Pertanian Bogor (IPB)
Program ini semakin menegaskan komitmen Kemdiktisaintek menghadirkan tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional, kompeten dan inovatif dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran dan administrasi kampus berfungsi optimal sehingga mampu mewujudkan visi Diktisaintek Berdampak.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












