Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

BMKG Perkuat Layanan Iklim dan Meteorologi Penerbangan di Jawa Barat dan Banten

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kualitas layanan iklim dan inovasi meteorologi penerbangan sebagai bagian dari penguatan layanan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) di wilayah Jawa Barat dan Banten. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Klimatologi Bogor dan Stasiun Meteorologi Curug (Budiarto), Rabu (7/1).

Kunjungan pertama dilakukan di Stasiun Klimatologi Bogor, Unit Pelaksana Teknis di bawah Balai Besar MKG Wilayah II yang berperan strategis dalam penyediaan informasi iklim dan cuaca bagi Provinsi Jawa Barat. Dengan cakupan wilayah berpenduduk lebih dari 50 juta jiwa serta sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah, Stasiun Klimatologi Bogor menjadi simpul penting dalam mendukung ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air, dan mitigasi bencana hidrometeorologi.

- Advertisement -

Dalam arahannya, Faisal menegaskan bahwa Stasiun Klimatologi Bogor memiliki posisi istimewa sebagai rujukan nasional. “Stasiun Klimatologi Jawa Barat harus terus meningkatkan kualitas data, layanan, dan kinerjanya. Dengan sumber daya, jaringan pengamatan, dan pengalaman yang dimiliki, Staklim Jabar layak menjadi role model dan pengemban stasiun klimatologi terbaik di Indonesia,” ujar Faisal.

Ia menambahkan bahwa tantangan perubahan iklim menuntut stasiun klimatologi untuk tidak hanya kuat pada aspek pengamatan, tetapi juga unggul dalam analisis, diseminasi informasi, dan pelayanan kepada pengguna. Faisal mengapresiasi dukungan ratusan pos hujan manual dan otomatis, serta pengembangan layanan klimatologi sektor pertanian dan sumber daya air yang selama ini dijalankan oleh Stasiun Klimatologi Bogor.

- Advertisement -

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Stasiun Meteorologi Curug (Budiarto) di Kabupaten Tangerang, Banten. Stasiun ini memiliki mandat utama dalam menyediakan layanan meteorologi penerbangan, khususnya untuk mendukung operasional Bandara Budiarto Curug yang digunakan sebagai bandara pesawat latih bagi Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug dan sekolah penerbang lainnya.

Dalam peninjauan fasilitas dan operasional, Faisal menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam layanan cuaca penerbangan.

“Stasiun Meteorologi Curug harus terus berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Perannya sangat strategis sebagai penyedia informasi cuaca penerbangan bagi Politeknik Penerbangan Indonesia, karena di sinilah keselamatan dan kualitas pendidikan penerbang ditempa sejak awal,” tegas Faisal.

Ia menilai pemanfaatan peralatan meteorologi modern seperti Automatic Weather Observing System (AWOS), Automatic Weather Station (AWS) digitalisasi, radar cuaca, serta sistem deteksi petir harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi SDM. Tujuannya agar informasi cuaca yang disampaikan semakin akurat, cepat, dan mudah dipahami oleh pengguna penerbangan.
Menutup rangkaian kunjungan, Faisal menegaskan bahwa penguatan stasiun klimatologi dan meteorologi merupakan bagian dari upaya besar BMKG dalam menjaga keselamatan masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.

Menurutnya, Stasiun Klimatologi Bogor dan Stasiun Meteorologi Curug adalah contoh bagaimana unit teknis BMKG berperan langsung dalam menjawab kebutuhan sektor strategis, mulai dari ketahanan pangan hingga keselamatan penerbangan.

Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum awal tahun 2026 bagi BMKG untuk terus mendorong peningkatan kualitas layanan, inovasi teknologi, dan profesionalisme sumber daya manusia di seluruh unit kerja.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru