Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memastikan upaya perbaikan dan pemeliharaan jalan kabupaten terus berjalan. Terlebih intensitas hujan saat ini terbiang tinggi, sehingga membuat banyak ruas jalan yang rusak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Fahrudin menyampaikan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran rutin sekitar Rp10 miliar, untuk kegiatan pemeliharaan jalan. Anggaran tersebut digunakan untuk merespons laporan masyarakat, terkait kerusakan jalan yang dinilai berpotensi membahayakan. Penanganan difokuskan pada jalan-jalan berlubang melalui metode tambal sulam (patching), guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Penanganan dilakukan segera dengan berbagai skema yang telah disiapkan. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Rembang, serta komitmen untuk mewujudkan kondisi jalan yang lebih baik,” ujar Fahrudin, saat dikonfirmasi, Selasa (20/1).
Disampaikan, apabila anggaran rutin belum mencukupi, akan ditempuh dengan solusi pendanaan lain. Salah satunya, melalui pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk kondisi yang bersifat mendesak, khususnya dalam rangka menjaga keselamatan perjalanan masyarakat.
“Jika situasinya urgen dan menyangkut keselamatan, dapat menggunakan dana BTT,” tambahnya.
Fahrudin menegaskan, upaya penanganan tidak hanya dilakukan pada jalan kabupaten, tetapi juga mencakup jalan nasional yang berada di wilayah Rembang. Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah jalur Pantura, khususnya antara Kecamatan Kaliori hingga Sarang. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI terkait penanganan kerusakan jalan nasional tersebut. Bupati akan menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melaporkan kondisi jalan nasional, agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Sebelum penanganan permanen dilakukan, langkah awal berupa patching akan dilaksanakan, termasuk menutup lubang-lubang jalan yang cukup dalam dan berbahaya,” jelasnya.
Terkait waktu pelaksanaan, Fahrudin menyebut faktor cuaca menjadi pertimbangan utama, mengingat masih tingginya intensitas hujan. Untuk sementara, penanganan dapat dilakukan dengan material sederhana, guna menutup lubang jalan agar tidak membahayakan pengguna.
“Jika menggunakan anggaran rutin, penanganan bisa langsung dilakukan. Sementara untuk pekerjaan melalui mekanisme tender, tentu membutuhkan tahapan pemilihan rekanan. Itu yang kami antisipasi melalui pemeliharaan rutin,” pungkasnya.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)
















