Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Daerah Pemilihan Pulau Lombok, Lalu Hadrian Irfani, menyalurkan ribuan paket makanan penunjang gizi bagi bayi dan ibu hamil sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Pada tahap awal, sebanyak 4.800 paket gizi disiapkan dan mulai didistribusikan, masing-masing terdiri dari 2.400 paket untuk bayi dan 2.400 paket untuk ibu hamil. Bantuan tersebut berisi kebutuhan pangan bergizi seperti telur, gula, dan minyak goreng.
“Kemarin itu ada 4.800 paket, dan kita bagikan dengan telur, gula, dan minyak goreng. Ini untuk makanan penunjang, menambah gizi bagi bayi dan ibu hamil di Lombok,” ujar Lalu Hadrian.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu menegaskan bahwa jumlah bantuan tidak berhenti pada tahap awal. Distribusi akan terus berlanjut seiring dengan aktivitasnya turun langsung ke masyarakat.
“Insya Allah lebih dari 4.800 paket, karena saya masih tetap turun ke masyarakat untuk mendistribusikan bantuan ini,” tuturnya.
Lalu Hadrian menjelaskan, pendistribusian bantuan dilakukan secara terstruktur dan tepat sasaran melalui kerja sama dengan kader posyandu dan perangkat desa. Mekanisme tersebut dinilai efektif untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan.
Ia juga menegaskan peran aktif PKB dalam pemberdayaan perempuan, khususnya melalui badan otonom Perempuan Bangsa yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program di lapangan.
“Di PKB, kita memberdayakan perempuan. Ada badan otonomnya, Perempuan Bangsa. Mereka inilah yang turun langsung ke lapangan, yang berjalan dan mendistribusikan bantuan,” jelas Ketua PKB NTB ini.
Perempuan Bangsa berperan mulai dari pendataan penerima manfaat, koordinasi dengan kader posyandu, hingga penyaluran paket gizi kepada masyarakat.
“Makanan penunjang gizi untuk balita dan ibu hamil, mereka yang turun. Mereka juga yang mengambil data di lapangan, bekerja sama dengan kader posyandu,” katanya.
Melalui program ini, Lalu Hadrian Irfani berharap dapat membantu menekan risiko stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Pulau Lombok, sekaligus memperkuat sinergi antara wakil rakyat, masyarakat, dan kader kesehatan di tingkat desa.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)












