Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di RSU Muslimat NU Ponorogo. Fasilitas kesehatan modern setinggi tujuh lantai ini diharapkan menjadi model layanan kesehatan yang ramah perempuan dan anak.
Dalam sambutannya, Arifah Fauzi menegaskan bahwa peresmian gedung yang mengusung nama Abdurrahman Wahid tersebut memiliki makna mendalam, terutama dalam mengedepankan nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberpihakan kepada kelompok rentan.
“Peresmian Gedung Gus Dur di RSU Muslimat NU Ponorogo hari ini mempunyai makna yang sangat dalam. Gus Dur mengajarkan kepada kita semua nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberpihakan kepada kelompok rentan. Maka rumah sakit ini harus menjadi tempat yang menghadirkan rahmah, kasih sayang bagi semua, terutama untuk perempuan dan anak,” ujar Menteri PPPA.
Ia menambahkan, kesehatan ibu dan anak merupakan pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, fasilitas layanan kesehatan diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip perlindungan, empati, dan non-diskriminasi.
Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa Gedung Gus Dur RSU Muslimat NU Ponorogo diharapkan mampu menjadi pusat layanan kesehatan unggulan, khususnya bagi ibu dan anak di Jawa Timur.
Menurutnya, pembangunan gedung tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak sekaligus membawa semangat besar dari sosok Gus Dur sebagai pahlawan nasional.
“Semangat untuk membangun nasionalisme, heroisme, dan semangat untuk bisa memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” kata Khofifah.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Gus Dur RSU Muslimat NU Ponorogo merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, organisasi sosial, organisasi keagamaan, dan masyarakat.
“Peresmian Gedung Gus Dur RSU Muslimat NU Ponorogo merupakan salah satu upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Kami melihat peran Muslimat NU sangat luar biasa dalam membentuk generasi unggul. Rumah sakit ini tidak hanya sekadar menambah fasilitas kesehatan, tetapi juga menegaskan komitmen kita bersama dalam melayani kesehatan ibu dan anak,” pungkas Lisdyarita.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News


.webp)















